|

Komunitas Kuflet Padang Panjang Luncurkan Antologi Puisi Aceh 5:03 6,4 SR

 Penasehat Komunitas Seni Kuflet juga kurator buku antologi puisi Dr. Sulaiman Juned, bersama para pegiat komunitas seni kuflet saat peluncuran buku antologi puisi Penyair Nusantara 5:03 6,4 SR, minggu (7/5).


REPORTASEGLOBAL.COM - Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang lucurkan antologi puisi penyair Nusantara Aceh 5:03 6,4 SR di ruang Audio Visual Perpustakaan Daerah Kota Padangpanjang, Sumatera Barat, Minggu (7/5).

Buku tersebut dibedah oleh Dr. Sahrul N dan Dr. Sulaiman Juned (Keduanya Dosen Teater ISI Padangpanjang).

Peluncuran buku Aceh 5:03 6,4 SR ditandai dengan penyerahan buku kepada tiga penyair yang hadir dalam acara tersebut, Wacana Minda (Malaysia) Taufik Sudjana (Bogor) dan Ansar Salihin (Aceh).

Juga dihadiri oleh guru, siswa, mahasiswa dan komunitas penggiat literasi di Padangpanjang.

 Ketua pelaksana Saniman Andikafri menyebutkan, peristiwa bencana alam 7 Desember 2016 yang lalu di Pidie Jaya, Aceh, menjadi perhatian bagi semua kalangan. 

Komunitas Seni Kuflet bekerja sama dengan Forum Aktif Menulis (FAM) Indonesia mengumpulkan karya penyair Nusantara menerbitkan buku antologi puisi untuk didonasikan kepada korban gempa Pidie Jaya.

“Melalui peluncuran dan bedah buku ini, secara resmi buku antologi puisi Aceh 5:03 6,4 SR sudah dapat diedarkan kepada masyarakat.

Bagi yang berminat, dapat membelinya di Komunitas Seni Kuflet Padangpanjang. Seluruh hasil penjualannya akan didonasikan kepada korban gempa di Pidie Jaya, Jelas Saniman.

Sementara itu, Sulaiman Juned, penasehat Komunitas Seni Kuflet juga kurator buku tersebut mengatakan, penyair selalu saja berekspresi dalam menyuarakan sedih, senang, bahagia, rindu termasuk duka. 

Puisi Aceh 5:03 6,4 SR merupakan bentuk kepedulian penyair terhadap kedukaan yang terjadi akibat bencana.

Penerbitan antologi puisi ini, murni sumbangsih dan kepedulian penyair, mereka mengirim puisi beserta biaya cetak seratus ribu rupiah, yang dikelola oleh Komunitas Seni Kuflet dan FAM Indonesia.

Mereka menyumbang fikiran, karya dan material untuk membantu korban gempa. Ini juga bukti bahwasannya penyair memiliki kepedulian yang tinggi terhadap lingkungan sekitarnya" Tutur Penyair yang juga sutradara teater ini. (Win)
Komentar Anda

Berita Terkini