|

FPII Kecam Proses Hukum Kasus PT. Galinium Pharmasia Laboratories

Sejumlah petinggi FPII saat menggelar konferensi Pers bersama Uzuan Fazaruddin M, terkait kasus PT. Galinium Pharmasia Laboratories, di Kantor FPII, di Jakarta, Rabu (31/5).


REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua Setnas Forum Pers Independen Indonesia (FPII), Mustofa HK, mengecam proses hukum kasus PT. Galinium Pharmasia Laboratories, yang ditangani pihak Polda Metro Jaya, namun sama sekali tidak melibatkan pihak pelapor.

Padahal, PT Galinium Pharmasia Laboraties, dilaporkan General Managernya, Uzuan Fazarudin M, yang dipecat pihak perusahaan tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.  Uzuan sendiri kehilangan pekerjaannya terhitung sejak November 2016. 

 " Itu namanya perampasan hak pekerja, dan FPII akan terus mengawal kasus ini hingga tuntas." kata Mustofa HK, yang akrab disapa Opan itu, dalam konferensi pers terkait Zuan vs PT. Galenium, di kantor FPII, Jakarta, Rabu (31/5).

Opan menegaskan, pihak kepolisian seharusnya menegakkan hukum sesuai aturan, dan mampu berpegang pada sumpahnya sebagai penegak hukum. 

Opan mengungkapkan, pihaknya akan menerjunkan tim investigasi untuk melakukan penyelidikan jurnalistik terkait perizinan dan pajak perusahan PT. Galenium Pharmasia Laboratories.

 "Kami akan kirim tim investigasi FPII untuk membongkar soal izin dan transaksi pajak perusahaan PT Galenium PL, yang memiliki omset 10 milyar - 15 milyar perbulan itu," ungkap Opan.

Sebelumnya, Uzuan sempat melayangkan somasi terhadap PT. Galenium PL, dan menuntut perusahaan itu melalui Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Jakarta Selatan.

Tuntutan Uzuan itu ditindaklanjuti pihak Disnaker Jakarta Selatan dengan melakukan mediasi dan menerbitkan anjuran tertulis, bahwa gaji yang tertunda selama 6 bulan harus dibayarkan, dan Uzuan pun harus dipekerjakan kembali sesuai dengan hasil kesepakatan bersama. 

Namun, hingga kasus ini mencuat, PT. Galenium Pharmasia Laboraties sama sekali tak mengindahkan himbauan pihak Disnaker tersebut.

Tidak hanya terhenti disitu saja, Uzuan pun melaporkan kasus pemecatannya itu ke Polda Metro Jaya. Menurut keterangan Uzuan, awalnya proses di Direskrimsus Polda Metro Jaya berjalan lancar, para pihak terkait dipanggil untuk dimintai keterangan. Namun ironisnya, Uzuan justeru tidak dihadirkan pada saat gelar perkara.

Menindaklanjuti kejanggalan atas proses hukum tersebut, melalui kuasa hukumnya Marsingar and Partner, pihaknya pun mempertanyakan ke pihak perusahaan bahwa kliennya merasa diabaikan dalam menuntut haknya. 

Pihak kuasa hukum menduga, terkesan ada skenario setingan oknum polisi dalam proses penyelidikan tersebut.

 " Ya, kami sangat menyayangkan proses hukum klien kami diabaikan, bahkan saksi ahli yang disampaikan para penyidikpun tidak tahu seperti apa hasil sebenarnya. Tiba - tiba, kasus tuntutan kami berujung SP3. Loh, kok bisa dihentikan begitu saja kasus tuntutan hak klien kami," keluh salah seorang kuasa hukum, Nanang SH, di hadapan awak media.

Nanang menjelaskan, pengusaha atau pihak perusahaan dapat melakukan pengecualian berupa tindakan skorsing kepada pekerja/buruh yang sedang dalam proses pemutusan hubungan kerja dan dengan tetap membayarkan upah beserta hak-hak lainnya yang bisa diterima pekerja (sesuai pasal 155 ayat [3] UU ketenagakerjaan), belum lagi THR dan bonus yang seharusnya diterima tidak dibayarkan. 

Pihak Uzuan juga menduga, kepolisian tidak melakukan pemanggilan terhadap bos Galenium Pharmasia Laboratories, Juzardi Joesoef sebagai terlapor, sedangkan dalam surat SP2HP yang diberikan penyidik pemanggilan atas nama terlapor.

Saat dikonfirmasi terkait perkembangan kasus tersebut ke Direskrimsus Polda Metro Jaya, pihak Uzuan mengaku tidak kunjung mendapatkan titik temu.

" Kasus ketenagakerjaan menganut ultimum remidium, dan akan dikordinasikan dulu dengan pihak perusahaan. Terkait wartawan, menurut salah satu penyidik agar ditampung dulu, dan dilaporkan berjenjang,' terang Uzuan pada konferensi pers FPII.

Awalnya, kasus perusahaan farmasi tersebut mulai mencuat, saat terjadinya pemecatan terhadap puluhan karyawan secara sepihak.

Kepada tim investigasi FPII, sejumlah teman senasib Uzuan pun mengungkapkan betapa tidak beradabnya PT. Galenium Pharmasi Laboratories.***








Komentar Anda

Berita Terkini