|

Pelanggan PDAM Tirta Daroy Terima Air Keruh dan Berlumpur

Kantor PDAM Tirta Daroy


REPORTASEGLOBAL.COM - Seorang warga komplek Villa Gading Mas, Gampong Ceurih, Kecamatan Ulee Kareng, Kota Banda Aceh, Ny Ipah melaporkan kualitas air PDAM Tirta Daroy berkualitas rendah. Kondisi itu menurut Ibu rumah tangga ini sudah berlangsung sejak awal 2017.

Menurut Ipah, kualitas air yang didistribusikan PDAM Tirta Daroy keruh dan berlumpur

"Warna airnya keruh dan endapan lumpurnya tinggi. Sehari saja tidak kita kuras bak, endapan lumpurnya sudah merata di dasar bak. Tapi masih untung tidak berbau," kata Ipah sebagaimana dilansir Serambi.Com, Jumat (14/4).

Tidak itu saja, Ipah juga mengungkapkan kondisi serupa juga dialami tetangganya di Komplek Villa Gading Mas.

Direktur PDAM Tirta Daroy, T Novizal Aiyub kepada wartawan, Jumat (14/4/2017)  membenarkan kondisi itu.

"Mohon maaf saat ini kekeruhan air baku sangat tinggi sehingga kita tidak bisa mengolahnya dengan sempurna," begitu tanggapan Novizal yang akrab disapa Ampon Yub sambil mengirim data digital laboratorium yang memperlihatkan angka kekeruhan air baku mencapai 1120,5 FTU (Formazin Turbidity Unit).

Menurut Ampon Yub, normalnya kekeruhan air baku di bawah 250 FTU. 

Menurut informasi, distribusi air bersih untuk beberapa kawasan Kota Banda Aceh, termasuk Ulee Kareng berasal dari water treatmen plant (WTP) Siron sedangkan untuk kawasan lainnya dari WTP Lambaro.

"Kualitas air dari WTP Lambaro tak ada masalah meski sering terjadi gangguan distribusi seperti baru-baru ini akibat kerusakan jaringan pipa di lokasi proyek flyover Simpang Surabaya," kata sumber tersebut.

Menanggapi informasi itu, Ampon Yub juga membenarkan WTP Lambaro jauh lebih bagus dari WTP Siron. "Kemampuan WTP Siron terbatas," tulisnya.

Ditanya apa solusi terhadap persoalan air keruh dan berlumpur itu, DirekturPDAM Tirta Daroy menjawab, "Seharusnya saat tingkat kekeruhan terlalu tinggi kita harus mengurangi kapasitas produksi." (*)
Komentar Anda

Berita Terkini