|

Ketua SAPMA PP Langsa : Kami Akan Gelar Aksi, Karena PLN Kerap Rugikan Masyarakat


Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Langsa beserta jajarannya.


REPORTASEGLOBAL.COM - Manajer PT PLN Area Langsa diminta untuk bertanggung jawab apabila terjadi kerusakan barang elektronik milik masyarakat Kota Langsa dan sekitarnya, lantaran acap kali terjadi pemadaman arus listrik di daerah itu.

Ketua SAPMA Pemuda Pancasila Kota Langsa, Putra Zulfirman dalam rilisnya menuliskan, tidak terhitung berapa kali pemadaman listrik oleh PLN dalam sepekan ini.

Parahnya, sering kali terjadinya pemadaman tanpa adanya pemberitahuan terlebih dahulu.

Akibat padamnya arus listrik dikhawatirkan bisa berakibat pada kerusakan alat elektronik yang terdapat di seluruh rumah masyarakat seperti TV, Kulkas, Dispenser dan lainnya

Untuk itu, Putra meminta Manajer PLN Area Langsa agar bertanggung jawab atas kerusakan barang elektronik warga tersebut, bila ada laporan yang ditujukan ke PLN Area Langsa.

Selain itu, PLN Area Langsa dinilai gagal dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat. Padahal, listrik merupakan kebutuhan utama terlebih di malam hari sebagai penerangan.

Akibat pemadaman tanpa pemberitahuan tersebut, masyarakat tidak nyaman dan pedagang acap merasa rugi yang kemudian tidak pernah mendapat ganti rugi oleh PLN.

Dikatakannya, bila terjadi tunggakan listrik, pihak PLN tanpa belas kasihan melakukan pemotongan arus dan masyarakat harus memang kembali dengan biaya pemasangan pula.

Akan tetapi, jika masyarakat dirugikan karena ulah pemadaman oleh PLN, maka warga tidak pernah mendapat kompensasi apapun.

Putra mengancam akan melakukan aksi unjuk aspirasi terhadap pelayanan dan kinerja PLN selama ini yang kerap menyengsarakan rakyat sehingga harus hidup dalam kegelapan akibat pemadaman arus listrik.

"Bila segera tidak berubah pelayanannya. Kami akan duduki gedung kantor PLN sehingga manajer area Langsa diganti dan adanya penandatanganan antara PLN dengan rakyat, jika PLN padamkan listrik tanpa pemberitahuan maka perusahan plat merah itu wajib membayar ganti rugi terhadap masyarakat sebesar dua kali lipat dari rekening pembayaran listrik bulan terakhir," ketus Putra.***
Komentar Anda

Berita Terkini