|

China Berlakukan Larangan Nama Islami

Ilustrasi

REPORTASEGLOBAL.COM - Pendekatan keras terhadap Muslim berupa larangan nama islami di China menurut sejumlah pengamat, tidak hanya membakar semangat oposisi di Xinjiang, namun juga memicu kebencian etnis secara nasional.

China telah memberlakukan larangan baru dalam penamaan anak di Xinjiang, kawasan yang mayoritas penduduknya Muslim.

Para orang tua etnik minoritas Uighur dilarang menamai anak mereka "Muhammad" atau nama nama lain yang memiliki arti yang sangat religius.

Langkah tersebut merupakan upaya pengawasan menyeluruh terkini yang diberlakukan di Xinjiang, yang menurut pihak berwenang ditujukan utuk mengontrol penyebaran ekstrimisme keagamaan.

Menurut sejumlah aktivis Uighur, ada sekitar 30 nama yang dilarang digunakan, termasuk "Jihad," "Medina" dan bahkan "Yultuzay," atau simbol bulan-bintang dalam ajaran Islam.

Mereka yang melanggar ketentuan itu akan dicabut dari daftar keluarga yang dicatat pemerintah, yang berarti tidak akan mendapat akses ke tunjangan sosial, layanan kesehatan dan pendidikan di China.

Michael Clarke, dosen di Australian National University, mengatakan, melalui larangan itu dan langkah-langkah lain sebelunnya untuk meningkatkan pengawasan terhadap Uighur, China secara aktif menindas identitas kelompok minoritas Muslim tersebut. [ab/as].

(Voa Indonesia)
Komentar Anda

Berita Terkini