|

Polisi Tangkap Kayu Ilegal

Ilustrasi

REPORTASEGLOBAL.COM - Jajaran Polsek Lhoong, Aceh Besar bersama petugas Kesatuan Pengelolaan Hutan (KPH) 1 Dinas Kehutanan Aceh, menangkap tiga becak motor yang mengangkut kayu, Selasa (14/3) sekitar pukul 22.30 WIB.

Kayu yang sudah berbentuk papan itu ditangkap karena diduga hasil penebangan ilegal.

Selain itu, pihak kepolisian juga mengamankan tiga pengendara becak motor masing-masing Sy (23), warga Gampong Seungko Meuulat, Kecamatan Lhoong, AR (33) warga Lamsidaya, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, dan Il (26) warga Gampong Sabet, Kecamatan Jaya, Aceh Jaya.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto SH, melalui Kasat Reskrim, AKP Machfud SH MM, mengatakan becak motor yang mengangkut kayudiduga ilegal tersebut melaju dari arah Lamno, Aceh Jaya dan dihentikan petugas di Km 52 Jalan Banda Aceh-Meulaboh tepatnya di Simpang Lamlhoong, Kecamatan Lhoong.

Penangkapan becak tersebut juga melibatkan petugas Resot Pengelolaan Hutan (RPH) Krueng Kala. “Saat petugas minta diperlihatkan dokumen kayu tersebut, ketiga pengendara becak itu tidak punya. Menurut pengendara becak, kayu-kayu tersebut milik seseorang dan mereka hanya mengambil upah angkutnya saja,” kata Machfud.

Siapa pemilik dan kemana saja kayu-kayu yang jumlahnya sekitar 3 kubik itu akan dibawa, menurutnya, sejauh ini masih ditelusuri oleh pihaknya. “Pengendara becak mengaku tak tahu persis kemana kayu-kayu tersebut harus mereka bawa. Sedangkan nama pemiliknya mereka tahu. Karena itu, petugas akan melacak keberadaan pemilik kayu tersebut,” ungkap Machfud.

Sampai kemarin, tambahnya, ketiga pengendara becak serta kayu tersebut masih diamankan di Polsek Lhoong. “Karena mereka tak mampu menunjukkan dokumen resmi, kami masih menganggap kayu-kayu tersebut hasil pembalakan liar. Kalau nanti terbukti kayu itu hasil pembalakan liar, maka akan kita proses sesuai ketentuan yang berlaku,” pungkas Kasat Reskrim.

Kapolres Aceh Besar juga menjelaskan, pihaknya bekerja sama dengan Dinas Kehutanan berkomitmen untuk memberantas berbagai tindakan kriminal yang berkaitan dengan aktivitas illegal logging. Hal-hal yang akan dilakukan, sebut Kapolres, mulai dari mempersempit ruang gerak bagi pelaku yang membawa kayu tanpa dokumen resmi hingga mencegah aktivitas pembalakan liar di hutan.

“Kami siap membantu setiap ada permintaan dari Dinas Kehutanan untuk meminimalisir dari kejahatan ini. Illegal logging sudah begitu parah dan terjadi hampir di semua wilayah Aceh. Tindakan itu jelas berdampak buruk bagi lingkungan seperti terjadi banjir bandang dan tanah longsor. Penyebabnya, kayu-kayu di hutan atau pengunungan sudah banyak yang dditebang,” demikian Kapolres Aceh Besar melalui Kasat Reskrim, AKP Machfud.(mir)
Komentar Anda

Berita Terkini