|

Komisi I DPRA Pertanyakan Misi Pendaratan Pesawat Militer Amerika di Aceh.

Anggota komisi I DPR Aceh didampingi Danlanud SIM, Pimpinan Angkasa Pura dan Direktur YARA, Safaruddin SH, dalam inspeksi terhadap pesawat cargo militer Amerika yang mendarat darurat beberapa waktu lalu di Lanud SIM, Blang Bintang, Aceh Besar, Jumat (31/3).


REPORTASEGLOBAL.COM - Anggota  Komisi I DPR Aceh melakukan inspeksi terbatas terkait insiden pendaratan darurat pesawat cargo militer Amerika yang sudah beberapa hari bertengger di lapangan udara internasional Sultan Iskandar Muda (SIM) ,di Blang Bintang, Aceh Besar, Jum’at (31/3/2017)

Dalam rapat kordinasi diruang rapat Angkasa Pura, beberapa anggota komisi I, yang dipimpin ketua komisi I DPRA ,Abdullah Saleh, mempertanyakan motif sebenarnya dari pendaratan pesawat militer asing itu kepada pihak Bandara Sultan Iskandar Muda dan Lanud Sultan Iskandar Muda.

“Dihari kedua pendaratan ini, Konsul Amerika Serikat menelpon kami untuk memberikan tempat khusus untuk personil yang ada di pesawat tersebut, kami komisi I mengecek perkembangan dari penanggung jawab keamanan atau bandara agar dapat menerima langsung informasi tersebut serta melihat langsung kondisi pesawat ini,” kata Abdullah Saleh.

Menanggapi hal itu, Danlanud Iskandar Muda Kolonel Pnb Suliono mengatakan pihaknya sudah menjalankan tugas sesuai tanggung jawab.

“Pasca landing  kami berkoordinasi dengan imigrasi untuk dicek awak pesawat tersebut, ternyata yang punya paspor cuma  12 orang, 8 orang lainnya tidak, kami juga setiap hari  memonitor perkembangan dan melaporkan keatasan,” terangnya.

Menanggapi pertanyaan Anggota komisi I DPR Aceh, Azhari dan juga Iskandar Usman Al F
arlaki yang  mempertanyakan apakah pendaratan tersebut murni karena keadaan darurat atau ada misi lain, mengingat militer Amerika sangat canggih dalam hal tersebut, Danlanud kembali menjelaskan bahwa pendaratan tersebut memang murni karena situasi darurat.

” Pendaratan darurat ini di karenakan ada salah satu mesin pesawat yang overhead, sehingga mereka meminta izin mendarat di Bandara kita, kami juga dengan jajaran terus memantau dan Melakukan penjagaan ketat terhadap kru pesawat ini guna mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak kita kehendaki, sejauh ini kami bisa melaporkan bahwa tidak ada kegiatan mereka yang mencurigakan,” terang Danlanud.

Usai menggelar rapat, Komisi I DPR Aceh beserta Danlanud dan pihak bandara memantau langsung kondisi pesawat dari dekat. (Sandi)
Komentar Anda

Berita Terkini