|

Kejati Tuntut Terdakwa Kasus Investasi Bodong 4 Tahun Penjara


Terdakwa kasus investasi bodong, Nova Mastura (25) menunggu giliran persidangan di ruang tahanan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (14/2). SERAMBI/MASRIZAL 


REPORTASEGLOBAL.COM - Jaksa Penuntut Umum (JPU) pada Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh menuntut terdakwa kasus investasi bodong, Nova Mastura (25) selama empat tahun penjara.

Nova dinyatakan bersalah karena menyebar berita bohong terkait investasi forex dolar melalui pesan siaran (broadcast) yang mengakibatkan kerugian bagi orang lain.

Tuntutan itu dibacakan oleh JPU Rosnawati SH dan Dikha Savana SH dalam sidang lanjutan di Pengadilan Negeri (PN) Banda Aceh, Kamis (9/3/2017). Menurut JPU, perbuatan terdakwa melanggar Pasal 45 ayat (2) Jo 28 ayat (1) UU RI No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) Jo Pasal 65 ayat (1) KUHPidana.

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Nova Mastura bin Abdurrahman dengan hukuman penjara selama empat tahun dikurangi selama terdakwa berada dalam tahanan dengan perintah terdakwa tetap ditahan,” baca Rosnawati di hadapan majelis hakim yang diketuai Badrun Zaini SH.

Mendengar isi tuntutan JPU, terdakwa yang didampingi kuasa hukumnya, Yusi Muharnina SH dan Mila Kesuma SH terlihat menyeka air mata dengan tisu yang dibawanya.

Ia yang duduk dibangku pesakitan juga terlihat tertunduk. Sidang itu disaksikan sejumlah pengunjung yang kebanyakan mahasiswa Fakultas Hukum, Unsyiah.   

Dalam persidangan kemarin, JPU antara lain menyatakan bahwa berdasarkan fakta-fakta yang terungkap dalam persidangan, semua unsur pasal yang didakwakan telah terbukti secara sah dan menyakinkan.

Karena itu, terdakwa Nova dihukum sesuai dengan perbuatannya yaitu melanggar UU ITE.

Menanggapi tuntutan JPU, terdakwa bersama kuasa hukumnya akan mengajukan pembelaan (pleidoi) secara tertulis pada sidang lanjutan, Selasa (14/3/2017).

Setelah sidang, terdakwa Nova Mastura langsung dibawa kembali ke Rutan Perempuan dan Anak di Lhoknga, Aceh Besar, tempat terdakwa ditahan selama proses persidangan. (Serambi)
Komentar Anda

Berita Terkini