|

Danlanud SIM : Pesawat Militer Amerika di Bandara SIM Bukan Penerbangan Gelap


Kunjungan anggota Komisi I DPRA, Jumat 31 Maret 2017, di Blang Bintang, Aceh Besar.

REPORTASEGLOBAL.COM - Komandan Lanud SIM Kolonel Pnb Suliono mengatakan, keberadaan pesawat militer di Bandara SIM bukan dalam status penerbangan gelap. Namun pesawat tersebut mempunyai izin melintas di Indonesia.

"Kami extra mengawasi mereka, setiap pergerakan keluar masuk barang kami tetap memproses terlebih dahulu," kata Suliono saat menerima kunjungan anggota Komisi I DPRA, Jumat 31 Maret 2017, di Blang Bintang, Aceh Besar.

Rombongan Komisi I DPRA yang hadir antara lain, Ketua Komisi I Abdullah Saleh, Wakil Ketua Komisi I Azhari Cage,  Iskandar Usman Alfarlaki,  Musannif,  Djasmi Has,  Tanwir Mahdi,  M Saleh, dan Direktur YARA, Safaruddin SH, beserta jajaran Advokat YARA lainnya.

Menurut Suliono, pesawat Amerika Boing 707 memang dalam keadaan rusak karena mesin ke empat mati, sehingga landing dalam keadaan emergency.

Hari ini merupakan batas waktu terakhir pesawat beserta awaknya  diizinkan berada di Aceh, selebihnya mereka harus kembali ke Amerika. Sementara awak pesawat saat ini diinapkan di Hotel The Pade dan di Hotel Hermes.

"Sebenarnya mereka tidak mau lama juga di sini, karena mereka harus kembali terbang, sedangkan mesin pesawat belum sampai lagi pula pesawat ini adalah jenis lama, sehingga mereka harus menunggu mesin jenis ada dan di kirim ke Aceh." Katanya.

Suliono mengungkapkan, besok pesawat C17 Galaxi akan mendarat di Bandara International Sultan Iskandar Muda untuk mengantarkan mesin pesawat militer Amerika yang rusak, sehingga harus mendarat darurat di bandara SIM.

"Sebenarnya hari ini, namun karena ada sedikit permasalahan jadinya ditunda  besok, sekitar Jam 17.00 WIB," kata Suliono dalam keterangannya kepada anggota Komisi 1 DPRA dan awak media.(sandi)
Komentar Anda

Berita Terkini