|

Dinkes Atim Bantah Jual Isu Horor Demi Jual Obat

Ilustrasi


REPORTASEGLOBAL.COM - Maraknya Isu mengerikan terkait penyakit Difteri, sempat membuat panik warga Aceh Timur.  Beredarnya isu dalam berbagai versi, membuat warga resah dan ketakutan. Akibatnya, tidak sedikit warga tergerak ke rumah sakit untuk disuntik anti Difteri.

Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK) Dinas Kesehatan Kabupaten Aceh Timur, dr Zulfikry, membantah keras adanya tudingan  pihaknya sengaja menyebarkan isu menakutkan demi kepentingan memperlaris penjualan produk obat anti Difteri yang  meresahkan warga Aceh Timur beberapa waktu lalu.

dr Zulfikry terkesan merasa aneh dan sempat terdiam saat disodori pertanyaan tentang kebenaran isu bahaya Difteri yang diduga berhembus dari Dinkes Aceh Timur itu.

" Kalau benar ada , tanyain aja sama yang beli, dia beli obatnya sama siapa, biar kita telusuri, " kata dr Zulfikry.

dr Zulfikry mengaku, selama ini pihaknya terus menggencarkan proteksi terhadap masyarakat dari serangan penyakit, terutama daerah terduga terjangkit difteri.

" Kita belum membuat pengumuman mengenai penyakit  difteri, yang ada kita terus melakukan proteksi terhadap masyarakat di daerah yang kami curigai, ya kalau masyarakat agak ketakutan, kan demi kebaikan juga. " ungkapnya.

Dia menuturkan, pihaknya tidak bisa mengklaim bahwa Difteri tidak berbahaya.

" Kami nggak berani bilang Difteri nggak bahaya " terang dr Zulfikry.

dr Zulfikry pun meminta masyarakat, terutama masyarakat di daerah yang dicurigai terjangkit Difteri untuk mewaspadai virus langka itu.

Sebelumnya, Sebanyak 15 siswa-siswi Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Insan Cendekia (IC), Aceh Timur, telah dirawat di sejumlah rumah sakit akibat diduga terjangkit penyakit Difteri beberapa waktu lalu.

Bahkan dua diantaranya yakni Anggi Bagus Setiawan Lubis dan M Akbar Almukhty telah dirujuk ke RS Adam Malik, Medan (Sumut).

Saat ini, tercatat ada 17 korban Difteri di Aceh Timur, diantaranya 15  siswa MAN Insan Cendekia dan  2  lainnya dari kalangan masyarakat , dan kini mereka dinyatakan sudah sembuh .

Difteri merupakan penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae yang memproduksi racun yang dapat merusak jaringan dan organ tubuh serta menimbulkan selaput yang menyumbat saluran pernafasan yang berakibat kematian.

Adapun gejalanya, jelas dr Zulfikry, demam, selaput putih ke abu-abuan yang tak mudah lepas dan mudah berdarah di faring, laring atau tonsil, sakit saat menelan, leher membengkak seperti leher sapi (bullneck) dan sesak nafas.

“Difteri ini penularannya melalui percikan ludah (droplet infection) yang keluar dari batuk atau bersin. Namun, untuk memastikan bahwa itu adalah difteri kita tunggu hasil laboratorium di Surabaya,” jelas dr Zulfikry.

Namun saat media ini hendak mencoba menghubungi Kadis Kesehatan Aceh Timur, H Kamarullah melalui telpon selulernya untuk melanjutkan konfirmasi soal tudingan ke Dinkes Aceh Timur terkait isu menakutkan Difteri, HP Kadis diangkat seorang wanita yang membantah bahwa nomor tersebut bukanlah nomor HP Kadis Kesehatan Aceh Timur, H Kamarullah .

" Maaf pak, salah sambung. ini nomor suami saya, namanya pak Suryadi, tinggal di Lhoksukon, " bantah wanita itu yang tak lama kembali meralat bahwa nomor itu adalah nomor pribadi miliknya yang didaftarkan atas nama suaminya.

Reportase Global sempat dua kali mengecek kebenaran dengan menelpon nomor itu . Setelah menutup telpon, media ini sempat menghubungi beberapa wartawan di Aceh Timur,  termasuk wartawan senior lainnya.

Para wartawan membenarkan nomor HP 0811671171 merupakan nomor HP Kadis Kesehatan Aceh Timur, H Kamarullah.

Bahkan ada  wartawan yang mengaku pernah mendapat perlakuan yang sama ketika menghubungi nomor tersebut.

" Benar itu nomornya, pagi ditelpon yang angkat Kadis, terus ditelpon lagi yang angkat cewek, " ungkap wartawan yang tidak ingin namanya disebutkan itu.

Aceh Timur merupakan daerah kedua terbanyak di Indonesia yang terinfeksi penyakit Difteri. Sebelumnya, pada 2012, Provinsi Jawa Timur dilanda penyakit Difteri yang mencapai hingga 700 kasus.

Untuk menanggulangi penyakit yang disebabkan oleh bakteri Corynebacterium diphteriae tersebut, tim dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia turun ke Aceh Timur. Sekitar pukul 9.30 WIB, Minggu (29/1/2016) tim tersebut  tiba di Aceh Timur, guna melakukan pengecekan langsung ke lokasi-lokasi terjangkitnya penyakit yang mematikan itu. (RG1)

Komentar Anda

Berita Terkini