|

YARA Langsa : Ada Mafia Mutasi PNS di Pemko Langsa

Ketua YARA Kota Langsa, Muhammad Abu Bakar.


REPORTASEGLOBAL.COM - Ketua YARA kota Langsa, Muhammad Abu Bakar,  menduga adanya praktek mafia khusus bidang mutasi pegawai di lingkungan Pemko Langsa.

"  Terlihat sekali saat ini sepertinya Plt  Walikota Langsa Kamaruddin andala, membiarkan hal  yang di lakukan oleh  bawahan nya ini terjadi. " kata Abu Bakar kepada wartawan, Sabtu (21/1).

Ia menuturkan, adanya keanehan terkait mutasi PNS di Pemko Langsa, sehingga oknum tertentu bisa berbuat sesuka hatinya.

Abu Bakar memaparkan, Mutasi PNS dari RSUD langsa yang terjadi tanggal 5-11-2016 , sekitar 15 orang  dan masih berbuntut panjang sampai saat ini.

Seingatnya, persoalan mutasi kontroversial itu masih dalam proses pemeriksaan inspektorat Pemko Langsa dan belum ada hasilnya, Namun tiba -tiba saja ada sejumlah PNS yang selama ini bertugas di kantor dinas kesehatan kota Langsa, masuk Ke RSUD Langsa.

" Banyak pihak mempertanyakan kenapa hal ini bisa terjadi, ada yang aneh disini “ ujar salah seorang PNS di rumah sakit umum langsa kepada wartawan Sabtu pagi (21/1) dilapangan Parkir RSUD Langsa.

Adanya kecurigaan bahwa gelombang protes melalui aksi damai yang digelar  ratusan orang beberapa waktu lalu menjadi pemicu Pemko dan DPRK Langsa menendang sejumlah pegawai ke luar RSUD dan menggantikannya dengan 15 orang PNS bahkan dikabarkan akan terus bertambah.

Sejumlah nama baru yang berhasil di lacak wartawan Sabtu (21/1) di RSUD,  Langsa diantaranya :

1.Kartika fona,SKM (Dinkes  Langsa )
2.Zuliani, M.kes (PKM langsa lama)
3.Eriamah, S.Kep (Dinkes Langsa )
4.Melizia, SKM ( Dinkes Langsa)
5.Syarifah halimatussa'diyah, ARS (PKM langsa kota). 

Salah seorang mantan pejabat Pemko Langsa kepada wartawan di Langsa Sabtu (21/1) di Pos Kupi Langsa mengatakan, bahwa mutasi di jajaran pemko Langsa bukanlah hal baru dan  mengherankan, “ banyak sekali manusia yang berkepentingan disana, saya sangat tahu ,” sebut mantan pejabat yang tidak bersedia diungkap identitasnya itu.

“ Kalau mutasi tanpa jabatan sangat banyak sekali, tetapi saya juga heran kenapa mutasi kali ini di RSUD langsa bisa menjadi masalah ? Sebenarnya mutasi itu tidak ada masalah, cuma syarat - syarat mutasi itu harus dipenuhi dengan benar, soal ada jabatan atau tidak itu nanti yang penting syarat nya terpenuhi, agar tidak ada yang dirugikan dari mutasi itu,” sebut mantan pejabat pemko Langsa ini.

 Ia mengapresiasi Wali Kota langsa yang telahmenurunkan tim Inspektorat untuk memeriksa manajemen RSUD langsa dan memeriksa pihak -pihak yang dirugikan, seperti 15 PNS terimbas mutasi ke luar dari RSUD langsa.

“ Kita harap, tim inspektorat yang sedang bekerja melakukan pemeriksaan juga harus berlaku adil jangan main main. “ tandasnya.

Di pihak lain, Direktur RSUD Langsa, Dr syarabaini, Wakil Direktur bidang administrasi, Azhar Pandapotan, Wakil Direktur bidang pelayanan, Samsul dan humas RSUD langsa Dr Helmi tidak berhasil dihubungi, Sabtu pagi (21/1) .

Semua pintu ruang kerja mereka terkunci. Sedangkan salah seorang perawat yang coba disapa oleh wartawan di rumah sakit itu mengatakan Direktur jarang berada di RS pada hari Sabtu. (amt)


Komentar Anda

Berita Terkini