|

Polri : Tidak Periksa Jokowi , Karena Bukan Selidiki Sumber Dana

Mabes Polri

REPORTASEGLOBAL.COM - Kepala Sub Direktorat I Dit Tipikor Bareskrim Polri Kombes Ade Deriyan menyatakan, Polri memutuskan untuk tidak meminta konfirmasi kepada Jokowi terkait dana hibah kepada Ketua Kwarda Pramuka DKI Jakarta Sylviana Murni, sebesar Rp 6,8 miliar .

Polri mengambil langkah itu meskipun pengucuran dana tersebut ditandatangani oleh Joko Widodo yang pada saat itu menjabat sebagai gubernur DKI Jakarta. Alasannya karena bukan menyelidiki dari mana dana itu berasal.

"Yang kami lidik itu penerimaan, penggunaan, dan pertanggungjawaban keuangan, bukan pemberian dana hibah," kata Kombes Ade Deriyan , Ahad (22/1).

Direktorat Tindak Pidana Korupsi (Dit Tipikor) Bareskrim Polri telah melakukan pemeriksaan pertama kepada  Wanita yang saat ini mencalonkan diri sebagai wakil gubernur DKI Jakarta 2017 mendampingi Agus Harimurti Yudhoyono, dalam pemeriksaan itu Sylvi menyebut - nyebut nama Jokowi.

Ade mengungkapkan  penyelidikan tersebut akan membuktikan apakah laporan dari masyarakat tersebut benar atau tidak. Pihaknya pun akan menelusuri untuk apa saja uang tersebut digunakan dan bagaimana pertangungjawaban Sylvi terkait dana tersebut.

Kepada polisi, Sylvia menjelaskan dana itu adalah dana hibah yang berasal dari anggaran pendapatan belanja daerah (APBD) Pemprov DKI Jakarta.

Seperti yang diungkapkan oleh Sylvi bahwa pihaknya telah melaporkan seluruh kegiatan dan laporan keuangan kepada auditor akuntan independen. Bahkan, menurut Sylvi, masih ada uang sebesar Rp 801 juta sebagai sisa uang Rp 6,8 miliar diberikan.

Sylvi menjelaskan perihal adanya kekeliruan dalam surat pemanggilan penyidik. Bahwa dana yang dia terima bukan dana bansos melainkan dana hibah pemprov.

Hingga saat ini, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) masih menghitung jumlah kerugian negara dari kasus ini. (KO1)



Komentar Anda

Berita Terkini