|

Polri Gandeng Satpam Redam Gesekan Pilkada DKI

Foto : Istimewa

REPORTASEGLOBAL.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian menyatakan dinamika politik di Ibu Kota kian memanas jelang pemungutan suara Pilkada DKI, 15 Februari mendatang.

Situasi tersebut rentan menjadi pemicu terjadinya gangguan keamanan. Apalagi, kata Tito, sejumlah massa kerap diterlibat aksi demonstrasi di setiap momen tertentu.

"Saat ini, kita menghadapi situasi yang cukup rawan. Karena menjelang Pilkada 15 Februari yang akan datang, dinamika politik semakin meningkat," kata  Tito  pada momen perayaan hari jadi Satuan Pengamanan (Satpam) di Silang Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (14/1).

Baik saat proses hukum yang mendudukkan Gubernur DKI non aktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) terkait perkara penodaan agama.  Hingga saat debat publik paslon Gubernur dan Cawagub.

"Cukup banyak demontrasi yang dilakukan, ini iklim demokrasi. Demokrasi merupakan salah satu ciri khasnya kebebasan menyampaikan pendapat," terang mantan Kapolda Metro Jaya itu.

Tito berpesan agar petugas keamanan swakarsa ikut berperan serta menjaga situasi kemanan.

Terutama terkait tugas dan tanggung jawab melaksanakan fungsi kepolisian. Khususnya, menjaga lingkungan kerja masing-masing agar tetap kondusif.

"Karena itu, kita perlu bekerja bersama-sama semua elemen bangsa Indonesia mulai dari TNI, Polri, segenap aparatur pemerintah, elemen masyarakat. Termasuk juga satpam," pungkasnya.

Menurut Tito, potensi Satpam sangat luar biasa untuk mempertahankan NKRI. Dia berharap selain peduli lingkungan, Satpam juga peduli dengan lingkungan sekitar dalam mempertahankan kebhinekaan demi tegaknya NKRI.

Tito menyebut Satpam adalah anak kandung dari kepolisian, " Rekan-rekan Satpam adalah garda terdepan untuk mengemankan tempat masing-masing. Peran satpam sangat penting. Rekan-rekan harus loyal dan mengabdi kepada publik dan masyarakat," ujar Tito. (KO1)







Komentar Anda

Berita Terkini