|

Polda Jabar Tetapkan Habib Rizieq Sebagai Tersangka Penistaan Pancasila

Foto : Tribun news

REPORTASEGLOBAL.COM - Direktorat Reserse Kriminal Umum Kepolisian Daerah Jawa Barat  menetapkan pimpinan Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Syihab sebagai tersangka kasus dugaan pencemaran nama baik dan penistaan simbol negara.

"Hasil gelar perkara ini seluruhnya sudah masuk unsur, alat bukti sudah terpenuhi dan penetapan terhadap Rizieq Syihab dari saksi menjadi tersangka," ujar Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Kepolisian Daerah Jawa Barat Komisaris Besar Polisi Yusri Yunus saat menggelar konperensi pers di Mapolda Jabar, Senin, 30 Januari 2017.

Dia menjelaskan, Keputusan tim penyidik dalam menetapkan status tersangka kepada Rizieq Shihab sudah sesuai prosedur.

Habib Rizieq ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan penistaan lambang negara Pancasila dan pencemaran nama baik Presiden pertama Indonesia, Soekarno, sesuai pasal 154a dan 320 KUHPidana dengan ancaman hukuman paling berat 4 tahun penjara.

Polisi menjadikan video ceramah Rizieq di Lapangan Gasibu Bandung sebagai alat bukti .

"Ada bukti-bukti dokumen lain termasuk film yang dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri berdasarkan pemeriksaan laboratorium forensik dinyatakan asli bukan editan sesuai apa yang disampaikan terperiksa (Rizieq Shihab) pada saat itu," tuturnya.

Keterangan yang menguatkan bukti rekaman tersebut juga didapatkan dari saksi-saksi panitia penyelenggara kegiatan ceramah hingga instansi pemberi izin keramaian seperti Pemerintah Kota Bandung dan Polrestabes Bandung.

"Saksi kegiatan pada saat itu termasuk saksi tambahan yang kita ambil lagi untuk menguatkan, termasuk Pemerintah Kota dan kepolisian karena kalau ada kegiatan pasti meminta izin kepada kepolisian," ungkapnya.

Rizieq dilaporkan Sukmawati Soekarnoputri ke Badan Reserse Krimnal Mabes Polri atas tuduhan telah menghina Presiden pertama RI Soekarno dan menghina Pancasila. Tuduhan penghinaan tersebut dilakukan Rizieq saat ia berceramah di Gasibu Kota Bandung pada 2011.

Habib Rizieq  membantah keras segala sangkaan terhadapnya , dan ia menyatakan bahwa orang dalam rekaman tersebut bukan dirinya. Selain itu, dia juga menuding rekaman tersebut sudah dimanipulasi. (RG1/ K01)

Komentar Anda

Berita Terkini