|

Mabes Polri Bantah Polisi Bekingi Aksi GMBI

Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto.

REPORTASEGLOBAL.COM - Mabes Polri membantah keras tudingan sejumlah pihak terkait keterlibatan anggotanya dalam bentrok antara LSM Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) dengan ormas Front Pembela Islam (FPI) di Jawa Barat (Jabar), beberapa hari lalu.

Menurut Karo Penmas Div Humas Mabes Polri, Brigadir Jenderal Rikwanto, hal itu hanya isu yang belum terbukti kebenarannya.

"Itu isu-isu yang beredar," kata Rikwanto, Sabtu (14/1).

Rikwanto mempersilahkan siapa pun untuk melaporkan ke polisi jika dapat membuktikan isu tersebut. Jika terbukti benar, maka pihaknya akan menindaklanjuti oknum kepolisian yang diduga terlibat dalam aksi anarkis tersebut.

Bahkan, jika perlu kesaksian terkait oknum polisi yang membekingi akan dicantumkan dalam Berita acara Pemeriksaan (BAP) kasus tersebut.

"Silakan. Kalau memang ada kesaksian pelanggaran pidana, siapa yang punya bukti, disampaikan aja. Kalau perlu kita masukan pemeriksaan BAP,"  tegasnya.

Sebelumnya, Brigjen Pol Rikwanto membenarkan bahwa Kapolda Jawa Barat Anton Charliyan merupakan Ketua Dewan Pembina Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).

Ormas ini sempat mengawal pemeriksaan pimpinan FPI Rizieq Shihab sebagai saksi dalam kasus dugaan penodaan lambang negara di Mapolda Jawa Barat.

Sekretariat ormas tersebut di Bogor kemudian dibakar oleh kelompok lain yang diduga dipicu oleh isu penusukan anggota FPI.

"Memang demikian. Namun, masalah pidananya siapa berbuat apa," ujar Rikwanto, di kompleks Mabes Polri, Jakarta, Jumat (13/1/2017).

Rikwanto menganggap wajar keterlibatan Anton dalam sebuah ormas. Bukan hal baru jika polisi akrab dengan ormas tertentu.

"Pejabat kepolisian di tempat manapun sering diminta ke perkumpulan tertentu," kata Rikwanto.

Namun, jika ada dugaan tindak pidana yang dilakukan oleh kelompok tersebut, tak serta merta menyalahkan pengurusnya.

"Kalau yang ada tindak pidana itu tanggung jawab pribadi siapapun dia," kata Rikwanto.

Pembakaran Sekretariat GMBI di Bogor diduga dipicu oleh isu penusukan anggota FPI dan perusakan mobil akibat bentrok.

Namun, kata Rikwanto, isu tersebut tidak jelas kebenarannya.

"Itu berita yang beredar di medsos. Sampai saat ini sudah saya konfirmasikan ke Polda Jabar, itu belum ada faktanya," ujar Rikwanto.

Rikwanto mengimbau ormas dan masyarakat untuk tidak mudah terpanving dengan pemberitaan di media sosial.

Masyarakat diminta cerdas dengan tidak memercayai begitu saja informasi yang ada. (KO1/RG1)


Komentar Anda

Berita Terkini