|

Jokowi : Hoax Pecah Belah Bangsa

 Perayaan HUT Ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Jakarta, Minggu (15/1).

REPORTASEGLOBAL.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi)  kembali menyatakan kekhawatirannya terkait konten hoax bermuatan hasutan, fitnah, kebohongan, hingga kebencian dalam media sosial (medsos) dapat mengancam persatuan bangsa dan negara Indonesia.

Jokowi mengajak rakyat indonesia untuk lebih cerdas menilai dan menangkal konten negatif di medsos.

"Di medsos kita sering lihat adanya hasutan, fitnah, berita bohong, ujaran kebencian yang kalau tidak waspada bisa memecah belah bangsa," kata Jokowi dalam sambutan Perayaan HUT Ke-18 Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) di Jakarta, Minggu (15/1).

Acara itu juga dihadiri Presiden RI Kelima Megawati Soekarnoputri, Ketua Dewan Penasihat PKPI Try Sutrisno, Ketua Umum PKPI AM Hendropriyono dan sejumlah menteri Kabinet Kerja dan pimpinan lembaga negara.

Pernyataan Jokowi itu disampaikan, pasca terjadinya salah satu konflik akibat dipicu berita hoax yang menyulut kemarahan massa hingga terjadinya aksi pembakaran Kantor Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI) di Ciampea, Bogor, Jawa Barat, Jumat (13/1), dini hari, oleh ratusan anggota Front Pembela Islam.

Dalam pidato politiknya tentang platform dan garis perjuangan PKPI, Hendropriyono menentang tegas segala bentuk disintegrasi dalam bentuk apapun. Dengan demikian, kedaulatan di bidang politik serta kemandirian ekonomi bisa tercapai.

"Menentang setiap bentuk usaha disintegrasi baik sentral maupun periferal, sehingga tercapai kekuatan untuk berdaulat di bidang politik , mandiri di bidang ekonomi, dan berkepribadian di bidang kebudayaan. Serta bersama-sama kekuatan legislatif, yudikatif, golongan masyarakat jurnalistik dan sipil serta kekuatan-kekuatan sosial lainnya, dalam perkembangan keadaan lingkungan global yang terus menerus berubah," paparnya. (KO1)

Komentar Anda

Berita Terkini