|

Hendro Priyono : Semua informasi Bambang Tri itu Fitnah

 Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono

REPORTASEGLOBAL.COM - Mantan Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) AM Hendropriyono melaporkan penulis buku Jokowi Undercover, Bambang Tri Mulyono ke Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri.

Ia merasa difitnah dan dirugikan Bambang Tri, penulis buku kontroversial " Jokowi Under Cover " yang kini mendekam di sel tahanan Polda Metro Jaya akibat bukunya itu.

Hendro melaporkan Bambang Tri karena namanya disebut dalam buku Jokowi Undercover sebagai pihak yang menyembunyikan informasi Presiden Joko Widodo adalah kader PKI.

‎"Dia menuduh saya melakukan tindakan melindungi, menutupi. Bagaimana caranya saya melindungi menutupi di era keterbukaan seperti ini. Enggak masuk akal. Saya minta keadilan‎," ujar Hendro di Jakarta Convention Center (JCC), Senayan, Jakarta, Selasa (10/1/2017).

Dia menegaskan semua informasi Bambang Tri itu sebagai fitnah. Dan Hendro pun mempertimbangkan menuntut ganti rugi sekitar Rp 1 Milyar kepada Bambang Tri.

"Saya minta ganti kerugian. Nama saya jadi jelek. Saya kan pengusaha. Saya transaksi sama partner gagal proyeksi keuntungan saya jadi hilang saya minta ganti," ujar Ketua Umum Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) itu menutup keterangannya.

Menurut polisi motif tersangka sebagai penulis hanya didasarkan atas keinginan untuk membuat buku yang menarik perhatian masyarakat.

Sebelumnya, kasus Bambang Tri ini juga memancing Komnas HAM untuk bersuara, Komnas HAM menyarankan agar Negara membantu Presiden Joko Widodo untuk tes DNA dan menjelaskan identitasnya agar tidak menjadi fitnah ditengah masyarakat.

Menurut Komnas HAM hal demikian wajar di Negara manapun.(KO1/RG1)
Komentar Anda

Berita Terkini