|

Buku Pelajaran Bermotif Palu Arit Masih Diselidiki Unsur Pidananya

 Buku Pelajaran 'New Mentor ' Bermotif Palu Arit

REPORTASEGLOBAL.COM - Polisi mengaku masih menyelidiki dan belum  menemukan unsur pidana dalam peredaran buku bergambar palu arit di Kabupaten Ciamis, Jawa Barat. Buku kisi-kisi Ujian Nasional (UN) mata pelajaran bahasa Inggris ini dibagikan kepada siswa kelas III SMAN 1 Kawali.

"Secara hukum kita sudah melakukan penyelidikan apakah ada peristiwa pidananya atau tidak," kata Kapolres Ciamis AKBP Didi Hayamansyah di Mapolda Jabar, Selasa (24/1/2017).

Hingga kini, pihak kepolisian masih mendalami makna isi buku bergambar palu arit tersebut. Sehingga, dari situ baru akan disimpulkan apakah ada tujuan melanggar hukum atau tidak.

"Kita belum mengarah ke pidana, tapi mendalami apa makna isi buku itu. Apakah buku ini benar-benar melanggar di UUD kita atau tidak," tandasnya.

Didi mengungkapkan, pihaknya sudah menarik 80 buku dari para siswa. Namun, belum melakukan pemeriksaan terkait beredarnya buku berjudul 'New Mentor 'itu.

"Sampai saat ini masih tahap koordinasi. Minggu ini kita akan melakukan pemeriksaan terhadap guru sekolah itu sendiri, mudah-mudahan ada titik terangnya nanti," kata Didi.

Pengadaan buku bermotif palu arit tersebut bersumber dari alokasi dana BOS pihak SMAN 1 Kawali. Pihak kepolisian dan instansi terkait sudah mendatangi pihak sekolah berkaitan dengan penemuan buku itu.

Protes adanya gambar palu arit dalam buku kisi-kisi ujian nasional mata pelajaran Bahasa Inggris siswa SMA Negeri 1, Kawali di Ciamis, Jawa Barat ditindaklanjuti pihak distributor. Yaitu dengan menarik seluruh buku dari sekolah.

Ketua Komite SMA di Kawali Endang Sutrisna menuturkan, buku tersebut dibeli oleh sekolah dengan dana dari Komite sebanyak 50 eksemplar, sebagai persiapan siswa untuk menghadapi Ujian Nasional yang akan dilaksanakan pada 10 April mendatang. Namun, setelah buku datang dan diperiksa oleh guru ternyata ditemukan gambar tersebut.

Selanjutnya, temuan tersebut dikomunikasikan dengan pihak Komite dan memutuskan untuk tidak disebarkan kepada para siswa, karena dikhawatirkan dapat menimbulkan keresahan di masyarakat.

"Jadi buku ini ditemukan oleh guru kemudian dikonsultasikan dengan Komite. Buku ini tidak boleh diberikan kepada para siswa, karena buku ini ada bergambar palu arit dan meminta dikembalikan ke distributornya," jelasnya. (KO1/RG1)


Komentar Anda

Berita Terkini