|

Puluhan Ribu Demonstran Guncang Rezim Malaysia


Demonstran anti pemerintah Malaysia


REPORTASEGLOBAL.COM - Puluhan ribu demonstran berkaos kuning menggelar aksi demonstrasi besar-besaran di Ibu Kota Kuala Lumpur, Malaysia, Sabtu (19/11). Mereka menuntut Perdana Menteri Najib Razak yang terlibat skandal korupsi mundur dari jabatannya

Setidaknya 20 orang aktivis ditangkap dalam aksi yang sempat dilarang polisi itu.

Demonstran berbaris di pusat kota Kuala Lumpur, sebelum pindah ke Menara Kembar Petronas setelah gagal masuk ke Independent Square,  karena dipagari truk polisi yang dilengkapi meriam.

Para demonstran tampak meneriakkan yel- yel aksi seperti “Bintang Demokrasi” dan “Bersih, Bersih”  nama kelompok reformasi pemilu yang menyelenggarakan demo.

Mantan Perdana Menteri Mahathir Mohamad, ikut bergabung ditengah lautan manusia yang tidak lagi menghendaki Nazib berkuasa di negeri itu.

“Semua orang merasa prihatin tentang pemerintah yang kita miliki sekarang,” kata Mahathir, yang mengenakan kaos kuning. “Kita tidak lagi hidup di bawah demokrasi, tapi kleptokrasi. Bangsa diperintah oleh pencuri,” tambahnya. Demo itu berakhir damai setelah hujan deras mengguyur Kuala Lumpur.

Perdana menteri yang telah membantah melakukan kesalahan mengatakan kelompok itu telah menjadi alat bagi partai-partai oposisi untuk menggulingkan pemerintah yang terpilih secara demokratis.

 “Kami ingin melihat Malaysia lebih maju dan tidak dirampok miliaran ringgit,” kata penyanyi Wan Aishah Wan Ariffin, salah seorang pendukung oposisi pada rapat umum tersebut.

Protes kelima yang diselenggarakan oleh Bersih juga digelar di dua kota Malaysia, pulau Kalimantan. Polisi memperkirakan kerumunan Bersih sebanyak 15.500 orang jumlah atau berkurang dari sebelumnya, 50.000 orang pada Agustus 2015, yang juga menuntut Najib mundur. Portal berita online Malaysia kini menempatkan kerumunan Sabtu lebih dari 40.000 orang.

Sedangkan ribuan orang berbaju kuning yang tergabung dalam bersih 5.0 berkumpul di sejumlah titik seperti di Jalan Bangsar, Jalan TAR, Jalan Masjid Negara dan Jalan Masjid Jamek. Sedangkan Dataran Merdeka yang menjadi titik sentral pengunjuk rasa sudah ditutup polisi, sehingga mereka berkumpul di depan LRT Masjid Jamek dan OCBC Bank.

Mobil polisi, ambulans, dan tim medis siaga di lokasi-lokasi tersebut, sedangkan sejumlah pedagang menjajakan asesoris bersih seperti kaos dan ikat kepala. Menurut sejumlah pengunjuk rasa, tujuan bersih pilihan raya bersih, kerajaan bersih, selamatkan ekonomi dan hak membantah.

Unjuk rasa juga diikuti anak mantan Perdana Menteri Mahathir Muhammad, Marina Mahathir. Dia sempat memberikan orasi di Jalan Bangsar bersama Presiden ABIM, Mohammad Raimi Abdul Rahim. Nampak juga partai oposisi DAP dan Orang Asli Kelantan. Kelompok yang dipimpin Mustafa Ong mengusung isu mempertahankan hak tanah adat orang asli.

 Lain halnya massa baju merah bergerak dari sejumlah titik seperti dari Putra World Trade Center (PWTC). Lokasi ini berdekatan dengan sekretariat UMNO. Mereka mengenakan kaos bertuliskan pertahankan demokrasi dan selamatkan Malaysia. Sejumlah perkantoran dan pusat perdagangan yang dilalui pengunjuk rasa memilih tutup, demikian pula apartemen dan kondominium diperketat penjagaannya.

Sejumlah polisi Diraja Malaysia (PDRM) nampak bersiaga di Sunway Putra Mall di Jalan Putra dan Stasiun LRT Masjid Jamek. Unjuk rasa tersebut mengakibatkan sejumlah angkutan umum seperti bus dan taksi berhenti beroperasi, namun angkutan kereta api seperti LRT dan Kereta Komuter masih beroperasi.

“Saya biasa kerja naik LRT dari Stasiun Damai ke Stasiun Pasar Seni naik LRT. Namun karena tidak ada bus saya berhenti di Stasiun Masjid Jamek,” ujar TKI asal Bangkalan, Nasir. Dia berharap unjuk rasa berlangsung damai dan aman.

Selain itu, pengacara Eric Paulsen menyatakan bahwa Chin secara resmi ditahan Sabtu (19/11) di bawah undang-undang keamanan yang digunakan melawan teroris dan dapat ditahan selama 28 hari. Para aktivis lainnya juga dikirim selama beberapa hari dalam tahanan polisi.

Pemerintahan Najib dinilai tengah bersikap keras terhadap media dan gerakan masyarakat demi mendiamkan kritik yang ditujukan padanya terkait skandal pencucian uang 1MDB.  1MDB merupakan lembaga keuangan yang didirikan Najib. Ia juga mengepalai dewan penasihatnya. Badan itu kini tengah diselidiki setidaknya enam negara, diantaranya Swiss, Singapura, dan Amerika Serikat.

Meski demikian, Najib terus menyangkal semua skandal dan tuduhan. Penyelidikan berpusat pada tuduhan penggelapan uang dan pencucian uang. Najib mulai menarik dana tak lama setelah menjabat pada 2009 saat mempromosikan proyek-proyek pembangunan ekonomi.

Departemen Kehakiman AS mengatakan sekitar 3,5 miliar dolar AS telah dicuri dari 1MDB oleh orang-orang dekat Najib dan pada Juli mencuri lagi sebesar 1,3 miliar dolar AS untuk membeli aset di AS. Pemerintah AS juga mengatakan lebih dari 700 juta dolar AS telah masuk ke rekening “1 Official Malaysia” (RG1)

Komentar Anda

Berita Terkini