|

Kapolri : Sekali Lagi Saya Tidak Membela Ahok Ya

REPORTASEGLOBAL.COM - Kapolri Jenderal Tito Karnavian sekali lagi menegaskan soal penanganan kasus Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) , jajarannya profesional bekerja tanpa ada intervensi.

"Melihat aspirasi publik yang tinggi dan sensitif, tanpa meminta petunjuk manapun, Demi Allah saya gulirkan kasus itu," kata Tito menjawab pertanyaan dalam dialog bersama Muslimat Nahdlatul Ulama (NU) di Gedung Serba Guna Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta Timur, Jumat (25/11/2016).

Tito mengaku tak mau 'ditunggangi' kepentingan politik dalam proses hukum di masa pilkada. Sebab keputusan memproses hukum Ahok menurut pilihan yang sulit diputuskan.

Apalagi pada tahun 2015, kapolri saat itu mengeluarkan telegram yang menginstruksikan proses hukum terhadap pasangan calon ditunda hingga gelaran pilkada selesai.

Tapi penanganan kasus Ahok harus mendapat perhatian khusus Polri. Tito menyebut ada 14 pelapor Ahok atas dugaan penistaan agama karena menyinggug surat Al Maidah ayat 51 saat bertemu warga di Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September 2016 silam.

"Dalam waku satu bulan, 69 orang saksi kita periksa. Kita kejar bola. Persoalannya tidak sesederhana kasus lain. Ini dilematis.
Kemudian dilaksanakan penyidikan ini," imbuh Tito.

Menurutnya, Kasus Ahok  punya konstruksi berbeda dengan kasus Lia Eden yang terang-terangan mengaku sebagai titisan nabi. Bahkan penyelidik, sambung Tito, 'terbelah' menentukan kasus naik ke tingkat penyidikan.

"Sekali lagi saya tidak membela Ahok ya," katanya.

Dia berharap semua pihak menghormati proses hukum terhadap Ahok. Dia berharap lewat sidang di pengadilan akan terbukti bersalah tidaknya Ahok dalam kasus penistaan agama. "Biarlah pengadilan yang berbicara," tutur Tito.

Berkas perkara Ahok sudah dilimpahkan penyidik Bareskrim ke Kejaksaan Agung. Ada 13 jaksa peneliti yang mengecek kelengkapan berkas perkara sebelum dinyatakan siap dilimpahkan ke tahap penuntutan.

Ahok menyebut pelimpahan berkas perkara kasusnya ke Kejagung baik untuk mempercepat proses hukum. Ahok menegaskan pernyataannya dalam sambutan di hadapan warga Pulau Pramuka, Kepulauan Seribu pada 27 September lalu tidak bermaksud menistakan agama.

"Ya saya kira bagus. Makin cepat sidang makin bagus, supaya saya bisa membuktikan saya tidak ada niat sama sekali menistakan agama ajaran mana pun. Saya juga tidak mungkin menafsirkan ajaran agama siapa pun. Itu jelas," kata Ahok kepada wartawan di Rumah Lembang, Menteng, Jakarta Pusat, Jumat (25/11). (rg1/sdo)
Komentar Anda

Berita Terkini