|

Sultan Malaka di Aceh Timur : Aceh Pernah Memimpin Malaysia dimasa lalu


Sultan Darul Islam Malaka, Malaysia, Yang Mulia Raja Noor Jan Shah didampingi Permaisurinya, Tuanku Putri Mardiah


REPORTASEGLOBAL.COM - Sultan Darul Islam Malaka, Malaysia, Yang Mulia Raja Noor Jan Shah didampingi Permaisurinya, Tuanku Putri Mardiah serta perwakilan Kerajaan Brunei Darussalam, menghadiri undangan peringatan 1 Muharram 1437 Hijriah yang digelar di makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah, di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Minggu 2 Oktober 2016.

Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah merupakan tokoh dari Kerajaan Samudra Pasai.

Acara peringatan tersebut juga dihadiri Calon Wakil gubernur Aceh, TA Khalid dan  pasangan calon bupati Aceh Timur H Hasballah M Thaib (Rocky) didampingi wakilnya Syahrul Bin Syamaun.

Sejumlah Ulama Aceh seperti, Waled Jamaluddin, Abu Bukhari dan para tokoh agama lainnya juga turut menghadiri undangan peringatan 1 muharam yang diramaikan oleh ribuan jamaah  dari majlis zikir tersebut.

Dalam pidatonya, Sultan Raja Noor Jan Shah  mengatakan, Aceh merupakan daerah yang sangat terkenal di dunia, bahkan ia mengungkapkan bahwa Aceh pernah memimpin Malaysia dimasa lalu.

Sultan Malaka berharap, agar dimasa mendatang  segera terjalin hubungan kerjasama yang sangat erat antara Aceh dan Malaka seperti yang pernah terjadi dimasa lampau.

"Kami melayat ke makam Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah karena kami memiliki garis keturunan yang sama, dan kami yakin banyak saudara-saudara kami yang masih menetap di Aceh, mari kita jalin hubungan Aceh dan Malaka yang kuat seperti masa Iskandar Muda, mari kita bangun hubungan yang kuat dan selat Malaka menjadi saksinya," himbau sang Sultan.

Sementara itu, calon bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Taib atau yang akrab disapa Rocky dalam sambutannya mengatakan, dengan berkunjung ke makam raja terdahulu, Masyarakat Aceh dapat mengetahui sejarah gemilang Aceh tempo dulu.

"kita harus mengetahui bahwa Aceh merupakan daerah istimewa, wajar kalau saat ini Aceh memiliki Partai Aceh yang menjadi milik rakyat Aceh, mungkin seluruh Indonesia, hanya Aceh yang memiliki partai lokal," ujar Rocky.(Mus/Didin)
 






Komentar Anda

Berita Terkini