|

Cawagub Aceh, TA Khalid : Rakyat Aceh Tahu Siapa Pejuang Rakyat !

Calon Wakil gubernur Aceh, TA Khalid

 REPORTASEGLOBAL.COM - Calon Wakil gubernur Aceh, TA Khalid, bersama pasangan Calon Bupati Aceh Timur H Hasballah  M Thaib didampingi Wakilnya Syahrul Bin Syamaun menghadiri peringatan 1 Muharam 1437 Hijriah di Gampong Bandrong, Kecamatan Peureulak, Aceh Timur, Minggu 2 Oktober 2016.

Gelaran 1 muharam di Aceh Timur kali ini diselenggarakan di sebuah makam tokoh dari Kerajaan Samudra Pasai, Sultan Alaidin Sayed Maulana Abdul Aziz Syah .

Kegiatan itu menghadirkan undangan istimewa, yakni Sultan Darul Islam Malaka, Malaysia, Sultan Raja Noor Jan Shah beserta permaisurinya, Tuanku Putri Mardiah.

Acara yang berlangsung semarak oleh hadirnya sejumlah Ulama Aceh seperti, Waled Jamaluddin, Abu Bukhari dan para tokoh agama lainnya itu, juga diramaikan ribuan jamaah majlis zikir Aceh Timur.

Disela pidatonya  TA Khalid melontarkan pernyataan kritis terkait kepemimpinan di Aceh.

Orang nomor satu di Partai Gerindra Aceh ini berpendapat bahwa, rakyat Aceh telah memiliki kemampuan yang baik dalam  menentukan pilihannya terhadap calon pemimpin dimasa depan.

Ia mengatakan bahwa rakyat Aceh sudah mengenali siapa pemimpin yang selama ini  memperjuangkan hak rakyat.

Pasangan Calon Gubernur Muzakir Manaf  ini menegaskan Partai Aceh merupakan partai lokal yang terus memperjuangkan hak-hak Rakyat Aceh.

"Kami mohon doa dan dukungan Masyarakat Aceh Timur, karena kami sadar masyarakat saat ini sudah tahu siapa yang sedang memperjuangkan kepentingan rakyat, siapa yang mencari kekuasan melalui jabatannya “ Ujar Bos Partai Gerindra Aceh itu.

Sementara itu, calon bupati Aceh Timur H. Hasballah H.M Taib atau yang akrab disapa Rocky dalam sambutannya mengatakan, dengan berkunjung ke makam raja terdahulu, Masyarakat Aceh dapat mengetahui sejarah gemilang Aceh tempo dulu.

"kita harus mengetahui bahwa Aceh merupakan daerah istimewa, wajar kalau saat ini Aceh memiliki Partai Aceh yang menjadi milik Masyarakat Aceh, mungkin seluruh Indonesia, hanya Aceh yang memiliki partai lokal," ujar Rocky.(Mus/rg1)




Komentar Anda

Berita Terkini