|

Buron Penggranat Mobil Dinas Anggota Dewan Masih Gentayangan

ilustrasi 



REPORTASEGLOBAL.COM - Polres Bener Meriah hingga saat ini belum berhasil meringkus pelaku pelemparan granat, AF (26) ke dalam mobil dinas anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail yang menyebabkan tiga orang tewas dalam insiden berdarah, Sabtu (17/9) lalu. 

Ketiga korban tewas itu diantaranya, istri dan dua anak kandung Mansyur.

Meski pun polisi terus berupaya keras memburu pelaku ke seluruh kawasan, namun sudah belasan hari jejak AF masih misteri.

Sebelumnya, dari hasil penyelidikan polisi terungkap , AF ternyata adik kandung dari pelaku utama SZ yang sudah meringkuk dibalik jeruji besi Mapolres Bener Meriah.

SZ merupakan istri kedua anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail.

Kapolres Bener Meriah, AKBP Deden Soemantri meyatakan pihaknya segera akan membekuk sang eksekutor (AF) dalam waktu dekat. 

Kapolres mengungkapkan telah membentuk tim pemburu pelaku pembunuhan berencana bersenjatakan granat itu, bahkan polisi sudah melacak berbagai tempat yang dicurigai sebagai tempat persembunyian AF.

 “Sampai saat ini, tim kita terus memburu AF dan diupayakan segera tertangkap” ujarnya.

Meski pun eksekutor belum tertangkap, pihaknya sedang melakukan proses terhadap SZ yang berhasil ditangkap sehari setelah kejadian, sedangkan eksekutornya AF, langsung kabur usai melakukan penggranatan.

“Kalau untuk tersangka ini, langsung kita proses sampai selesai,” ujarnya.

 Mobil dinas anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail, Toyota Kijang Innova BL 136 Y yang ditumpangi tujuh orang, dilempar granat di jalan Nasional Bireuen-Takengon, kawasan Dusun Menderek, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Sabtu (17/9) sore, sekira pukul 17.30 WIB.

Akibat insiden itu, istri pertama anggota DPRK Bener Meriah ini, Nurma meninggal dunia beberapa hari setelah dirawat di ruang ICU RSU Datu Beru, Takengon. Sebelumnya dua putra Nurma, yaitu Haris Sadiki Alhaj (7) yang duduk di pangkuannya di kursi depan dan Aulia Tahar (23) putranya yang mengemudikan mobil sudah lebih duluan berpulang.

Putra bungsunya, Haris Sadiki diyakini meninggal di lokasi kejadian, sedangkan Aulia menyusul sehari setelah kejadian.

Nurma merupakan korban ketiga yang meninggal dunia setelah sebelumnya dua anaknya juga menemui ajal, yaitu putra keduanya Aulia Tahar (23) yang mengemudikan mobil dan adiknya yang bungsu, Haris Sadiki Alhaj (7) yang waktu itu duduk di pangkuan sang ibu di bangku depan.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Aceh, Kombes Pol Goenawan kepada wartawan , Kamis (22/9) mengatakan, saat ini pihaknya masih terus memburu AF, tersangka eksekutorr atau orang yang menerima perintah dari SZ untuk menggranat mobil dinas BL 136 Y milik anggota DPRK Bener Meriah, Mansyur Ismail.

Sedangkan tersangka utama penggranatan mobil dinas Anggota DPRK Bener Meriah pada Sabtu (17/9) sore, SZ (35) mengaku telah mengeluarkan uang Rp 3 juta untuk membiayai aksi itu. SZ memberikan uang kepada AF, tersangka pelempar granat yang tak lain adalah adik kandungnya, agar bisa membalaskan dendam SZ kepada anak tirinya, Aulia Tahar.

“Saya sakit hati karena sering diintimidasi dan dipukul oleh anak suami saya, Aulia. Padahal, saya sudah banyak diam tapi tetap diteror oleh anak suami saya itu,” kata SZ, Rabu (21/9).

Akibat sering mendapat perlakuan buruk dari anak tirinya, SZ mengaku pernah mengeluhkan hal itu pada adik kandungnya, AF. Mendengar keluhan itu, AF lantas berniat membalaskan dendam sang kakak. AF meminta sejumlah uang pada SZ untuk membeli granat.

Dalam pengakuannya, sembari meneteskan air mata, SZ mengaku tak pernah membayar adiknya tersebut dalam melakukan aksinya, dan ia pun mengaku tidak tahu darimana asal – usul granat yang telah merenggut tiga nyawa orang dekat suaminya itu.(willy/rg1)

Komentar Anda

Berita Terkini