|

Algojo Cambuk 28 Warga Aceh Tamiang, Puluhan Terdakwa Ricuh










Algojo Eksekusi Terdakwa Hukuman Cambuk

REPORTASEGLOBAL.COM  - Sebanyak 28 warga Aceh Tamiang menjalani hukuman cambuk sebanyak satu hingga 15 kali, Kamis siang (6/10/2016) di depan Gedung Islamic Centre, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh sempat diwarnai keributan.

Protes puluhan terdakwa akibat algojo dituding terlalu keras mencambuk sehingga mengakibatkan salah seorang terdakwa jatuh saat dicambuk menjadi pemicu kericuhan tersebut.

Aparat Satpol PP bersama Dinas Syariat Islam akhirnya berhasil meredam keributan itu.

Sebanyak 28 warga Aceh Tamiang itu melanggar Qanun Aceh No 6 tahun 2014 Tentang Hukum Jinayat. Pelaksanaan hukuman tersebut disaksikan aparat Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang, kejaksaan dan mendapat pengawalan dari pihak kepolisian, TNI dan Polisi Militer.

Diantara mereka, 27 orang terdakwa merupakan pelaku maisir atau perjudian dan satu orang yang merupakan wanita terlibat kasus penjualan minuman keras.

"Dengan hukuman ini diharapkan dapat menimbulkan efek jera kepada warga agar tidak lagi melakukan penyakit masyarakat," kata Wakil Bupati Aceh Tamiang Iskandar Zulkarnain.

Kepala Kejaksaan Negeri Kuala Simpang, Aceh Tamiang, Amir Syarifuddin, mengatakan, hukuman cambuk ini dilaksanakan sesuai dengan ketentuan Qanun Syariat Islam, yang berlaku di Aceh.

Eksekusi cambuk ini bukan untuk mempermalukan terdakwa, melainkan sebagai efek jera, agar yang bersangkutan tidak melakukan perbuatannya lagi. 

“Ini bukan untuk mempermalukan pelaku, tapi untuk membuat mereka jera dan tak mengulangi perbuatannya,” tutur Amir. 

Usai dicambuk, para terdakwa langsung dibawa ke ruangan untuk mendapatkan perawatan medis. Hampir rata rata mengalami luka lebam pada bagian punggung dan segera diobati oleh petugas medis yang telah disiapkan oleh pihak Kejaksaan Negeri Kuala Simpang. 

Usai menjalani hukuman cambuk, keseluruhan terpidana dinyatakan bebas dan diperbolehkan pulang (Adi/rg1)




Komentar Anda

Berita Terkini