|

Politikus Muda Golkar : Ahok Suka Omong Kosong !

Politikus muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia,



REPORTASEGLOBAL.COM - Politikus muda Golkar, Ahmad Doli Kurnia, menyerang Ahok usai Nusron Wahid dilengserkan dari posisi ketua tim pemenangan Ahok. Gejolak pun menjalar ditubuh Golkar.

Doli khawatir dukungan Golkar terhadap Ahok menyeret Partai itu ke bibir jurang keterpurukan.  Menurut Doli, ada tiga hal yang mengkhawatirkan dari dukungan Golkar terhadap Ahok.

"Pertama, di tengah berbagai kontroversi Ahok di masyarakat yang semakin meluas, sebenarnya Golkar sudah mendapatkan risiko ancaman terkena dampak negatif dari kontroversi-kontroversi yang terus berlanjut oleh Ahok," ujar Doli dalam pernyataan tertulisnya kepada wartawan, Rabu (28/9/2016).

Mantan Sekjen PB HMI ini mengungkit ketidakonsistenan sikap Ahok memilih jalur menuju Pilgub DKI 2017. Ahok, kata Doli, awalnya seolah-olah teguh ingin maju lewat jalur independen, tapi kini malah merasa diperebutkan sejumlah parpol.

"Kemudian tiba-tiba berubah 180 derajat, seakan sekarang yang paling merasa dianggap dan diperebutkan sebagai kader parpol, setidaknya Golkar dan PDIP. Lantas, buat Golkar indikatornya apa bahwa Golkar akan mendapat manfaat atas dukungannya terhadap Ahok?" ujar Doli.

"Sudahlah, figurnya kontroversial, sejak awal anti parpol, kemudian 'menurunkan derajat' Golkar sebagai pengusung menjadi pendukung setelah diusung PDIP," tambahnya.

 Doli heran atas lengsernya Nusron dari posisi ketua tim pemenangan. Padahal, Nusron sudah berkorban dengan memimpin tim pemenangan, namun kini malah digusur oleh PDIP.

"Kalaupun ada yang menggugat saudara Nusron karena pejabat publik, seharusnya yang menggantikannya tetap adalah kader/pengurus Golkar, bukan kader partai lain. Pertanyaannya kembali, apa bisa Golkar tetap mengharapkan Ahok akan membantu besarkan Golkar?" tanya Doli.

"Yang mungkin terjadi kemudian nanti adalah, bila dilihat kebiasaan Ahok yang suka 'omong kosong' dan 'umbar janji' adalah kalau tidak PDIP yang dibohongin, ya Golkar-lah yang kena sialnya. Nah, oleh karena itu sangatlah wajar, apabila dari kalangan keluarga besar Partai Golkar sangat skeptis dan khawatir akan situasi itu," imbuhnya.

Mantan Ketum DPP KNPI ini menyangsikan Ahok akan memberi efek positif buat Golkar. Dia berharap para petinggi Golkar mengingatkan Ahok agar bekerja membesarkan Golkar.

"Bukan dengan cara ancam mengancam pecat kader, cara lama seperti periode sebelumnya yang membawa malapetaka konflik berkepanjangan bagi partai," pungkas mantan Ketua Umum Pengurus Pusat Angkatan Muda Partai Golkar (AMPG) ini. (K01/rzk)
Komentar Anda

Berita Terkini