|

Elpiji Meroket, Warga Kembali ke Masa Lalu, Masak Pakai Kayu



ilustrasi

REPORTASEGLOBAL.COM - Harga gas elpiji  tabung 3 kilogram, meningkat dua kali lipat di Kabupaten Aceh Timur. Mahalnya harga bahan bakar  tersebut, sangat  meresahkan  warga yang dipimpin  Bupati Rocky itu.

Salah seorang ibu rumah tangga, Mukramah (36) warga desa Keude Blang,  Kecamatan idi rayeuk, kabupaten Aceh Timur, mengeluhkan melonjaknya harga gas diluar jangkauan daya beli kalangan masyarakat  bawah dengan perekonomian terbatas seperti dirinya.

  “ Saya tidak mampu membeli gas,  sekarang terpaksa memasak dengan cara lama, menggunakan kayu bakar.” Ujar Mukramah kepada reportaseglobal.com, Rabu (7/9/2016).

Lain halnya dengan   Amri, salah seorang warga keude aceh , dia mengungkapkan  mahalnya harga gas tabung 3 kilogram ini, baru mencuat di media pada Agustus 2016. Padahal meroketnya harga gas, berlangsung sejak tiga bulan terakhir, hal itu diduga akibat adanya 'permainan' di setiap pangkalan gas, sehingga gas tabung 3 kilogram langka bagi masyarakat.

“ Padahal, Pertamina sudah memberi harga subsidi bagi masyarakat yang mengunakan gas untuk kebutuhan sehari-hari dengan patokan harga  Rp 14 ribu per tabung untuk  gas 3 kilogram. hal ini diduga terjadi akibat adanya ‘ permainan’ di setiap pangkalan gas di Aceh Timur,” ketus Amri, setengah jengkel.

Penelusuran Reportase Global.com di beberapa pangkalan gas , sebenarnya  gas ukuran tabung 3 kilogram  tidak mahal dan langka. Namun masyarakat susah mendapatkannya, diduga hal itu disebabkan  beberapa pemilik pangkalan gas, melepasnya ke  kios-kios  pengecer secara sembunyi sembunyi.

 Gas tersebut  diperjual-belikan  ke  masyarakat hanya saat stock gas baru tiba ke pangkalan dengan harga standar, dan hal itu berlaku  hingga pangkalan tutup . Namun  keesokan harinya,  masyarakat terpaksa membeli dengan harga mencekik,  Rp 26.000 ribu hingga Rp  27.000 ribu pertabungnya.

Terkait mahalnya harga gas tabung 3 kilogram ini, warga berharap, agar pihak terkait dan Pertamina, memperbaiki kondisi tata niaga gas bersubsidi, dan  menindak tegas kecurangan pemilik pangkalan yang diduga mempermainkan harga gas elpiji bersubsidi.(didin)
Komentar Anda

Berita Terkini