|

Sekengkel Mbak Mis Halal


Pemilik warung sekengkel Mbak Mis, Misiem.
 

REPORTASEGLOBAL.COM - Penikmat kuliner sop sekengkel dan bakso di Kota Langsa merasa resah akibat isu adanya daging kucing, tikus dan babi yang terdapat di bakso yang dijajakan warung Sekengkel Mbak Mis terletak di Desa Asam Petik, Kecamatan Langsa Lama.

Sejak dua pekan terakhir, isu adanya pembuatan bakso dari daging kucing dan tikus itu merebak dari mulut ke mulut warga, tidak hanya di Kota Langsa, tetapi hingga ke Kabupaten Aceh Timur. 

Pemilik warung sekengkel Mbak Mis, Misiem yang dikonfirmasi, Kamis (25/8/2016) menuturkan, dirinya tidak ada menggunakan daging seperti diisukan. Warungnya menyediakan sekengkel tulang kaki sapi asli. Sementara bakso terbuat dari daging sapi dan ayam murni.

“Itu isu. Sengaja dihembuskan karena persaingan usaha. Kami tidak pernah menjual bakso dengan olahan daging haram. Semuanya yang tersedia di sini halal 100 persen,” tuturnya.

Masiem merasa miris dengan adanya pencemaran nama baik dirinya dan tempat usahanya itu. Walau demikian, ia tidak menempuh jalur hukum atas tindak pidana pencemaran nama baik itu. 

Masiem hanya bertawakal kepada Allah seraya berdoa agar usahanya tetap eksis melayani pelanggan dan bisa menghidupi keluarganya. “Kami hanya berdoa semoga Allah memberikan jalan terbaik untuk usaha kami,” harap pengusaha wanita ini.

Salah seorang pelanggan sekengkel mbak mis, Farid (27) warga Pekan Langsa mengaku kerap menikmati sajian kuliner di warung tersebut. Walau jaraknya sedikit jauh dari pusat kota (sekira 3,5 KM), dia bersama sejumlah teman maupun keluarganya acap kali bertandang ke warung sekengkel mbak mis tersebut.

“Warung mbak mis, setahu saya tidak menggunakan daging kucing untuk baksonya. Saya pernah melihat sendiri proses pembuatan bakso dan sejumlah menu lainnya di sana. Karena kebetulan isteri saya asalnya dari Asam Petik itu,” papar Farid.

Farid juga merasa aneh dengan isu yang ditebar, dirinya mencium gelagat persaingan usaha tidak sehat yang coba ditebarkan oleh oknum tertentu. “Ini upaya menjegal usaha dengan cara persaingan tidak sehat. Masyarakat kita sudah pintar dan tahu, bahwa isu itu hanya bualan semata,” tandas Farid sambil menikmati sajian sekengkel dan bakso di warung mbak mis.(Putera)

Komentar Anda

Berita Terkini