|

Pengamat UNJ : Ahok Bakal Berakhir Tragis


Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama Alias Ahok (ilustrasi)
 

REPORTASEGLOBAL.COM - Pengamat politik Universitas Negeri Jakarta (UNJ) Ubedilah Badrun mempredisi bahwa tiga partai politik yang kini getol mendukung bakal calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama, sewaktu-waktu bisa saja meninggalkan pria yang karib disapa Ahok itu.

Di antara tiga partai pendukung Ahok yakni Golkar, Hanura, dan Nasdem, sang pengamat menduga bahwa Golkar lah yang paling berpotensi meninggalkan mantan kader partai Gerindra itu, disebabkan kader internal partai beringin yang tidak satu suara.

"Golkar itu cara berpolitiknya cenderung pragmatis dan akomodatif. Jadi begitu trennya PDI Perjuangan berhasil mencalonkan Risma (Tri Rismaharini), misalnya, Golkar akan menimbang-nimbang untuk meninggalkan Ahok," tutur pria yang akrab disapa Ubed ini, sebagaimana dilansir di Jakarta, Jumat (12/8).

Menurutnya, kemungkinan partai politik meninggalkan Ahok sangat besar karena mantan bupati Belitung Timur itu memiliki kelemahan yakni arogansi personal dan dinamika politik yang terlalu "liar".

Bahkan kenyataannya, Ia pun kembali "meninggalkan" relawan Teman Ahok, saat memutuskan maju dalam Pilkada DKI 2017 melalui jalur partai. Padahal, gerakan relawan tersebut telah berhasil memperoleh satu juta KTP dukungan agar Ahok bisa maju secara independen.

Dengan dua preseden buruk tersebut, PDIP yang semula membuka peluang untuk mendukung Ahok, kini terkesan menjauh dari mantan wakil gubernur DKI Jakarta itu. Terlebih, setelah Ahok menolak undangan pendaftaran calon gubernur DKI oleh PDIP, sesuai mekanisme internal partai berlambang banteng.

Menurut Ubed, sepak terjang Ahok yang terkesan melecehkan partai politik sebagai salah satu pilar demokrasi, akan berakibat buruk pada pencalonannya sebagai gubernur DKI Jakarta. "Ahok akan (berakhir) tragis dan 'gigit jari'. Itu buah dari komunikasi politik yang dia bangun," tuturnya.(ant/rg1)

Komentar Anda

Berita Terkini