|

Paman Bacok Keponakan dengan Parang Akibat Petantang – Petentengan

ilustrasi


REPORTASEGLOBAL.COM -Polsek Seulimuem akhirnya menerima penyerahan diri Masyirin (42) warga Gampong Blang Tingkeum, Kemukiman Lamteuba, Kecamatan Seulimuem, Aceh Besar, setelah membacok keponakannya sendiri, Afif (23) warga desa yang sama,Sabtu ( 27/8) sekitar pukul 20.00 WIB.

Kapolres Aceh Besar, AKBP Drs Heru Suprihasto, melalui Kasat Reskrim AKP Machfud SH MM, sebagaimana dilansir Serambi, Minggu (28/8) mengatakan pembacokan itu terjadi sekitar pukul 19.45 WIB saat tersangka Masyirin keluar dari rumahnya dengan membawa sebilah parang tujuan ingin ke sawah.

Tersangka yang melintasi di depan rumah korban, secara tak sengaja paman dan keponakan ini bertemu. “Keterangan yang diperoleh dari Masyirin, pada saat itu keponakannya itu terlalu petentengan dan bergaya di depannya, sehingga langsung menyulut emosinya,” kata Machfud mengutip keterangan tersangka dalam Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang kini ditahan di Mapolsek Seulimuem.

Didampingi Kapolsek Seulimuem, AKP Yulizar Lubis, Kasat Reskrim Polres Aceh Besar ini menjelaskan selama ini hubungan antara pelaku dan korban sudah lama tidak harmonis. Pasalnya, lanjut AKP Yulizar, masih mengutip pengakuan Masyirin, keponakannya itu sudah tidak menunjukkan rasa hormat kepada tersangka sebagai pamannya.

“Selama ini menurut tersangka Masyirin, dirinya sudah sangat kesal terhadap korban, karena selalu mencaci maki dirinya serta melontarkan kata-kata yang tidak senonoh terhadap dirinya. Melihat tingkah laku korban malam itu, memancing emosi dan pelaku langsung membacok korban,” ungkap Yulizar.

Akibat peristiwa itu Afif mengalami luka bacok ditangan dan bahu. “Untuk saat ini korban telah dirujuk ke Rumah Sakit Umum Daerah Zainoel Abidin, Banda Aceh. Sementara tersangka telah menyerahkan diri dan kini ditahan di Polsek. Tapi, sampai saat ini penyidik masih memintai keterangan intensif dari pelaku,” ungkap Kapolsek Seulimuem.

Ia  juga mengungkapkan, selama ini penangganan semua kasus yang terjadi di gampong menjadi domainnya petugas Bhabinkamtibmas, sehingga setiap ada kejadian perangkat gampong dan petugas Bhabinkamtibmas langsung berkoordinasi penangganan kasus. “Setelah kita beri pengertian, akhirnya tersangka menyerahkan diri. Pelaku selanjutnya menghubungi petugas dan kami jemput di suatu tempat yang telah dijanjikan,” sebut Yulizar. (rg1)

Komentar Anda

Berita Terkini