|

Mualem : Nyata Sudah, PAN Adalah Kawan Karib Yang Setia.


Ketua DPW PAN Aceh, Anwar Ahmad menyerahkan surat rekomendasi DPP PAN kepada pasangan bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2021, Muzakir Manaf-TA Khalid di kantor partai tersebut, Banda Aceh, Kamis (11/8).Foto :Serambi.


REPORTASEGLOBAL.COM -Menyikapi sikap politik merapatnya PAN Aceh ke dirinya, Calon Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, tampak lega dan menyampaikan apresiasi. “Tidak ada kata yang lebih bermakna kepada Kanda Anwar, selain terima kasih yang tak terhingga, karena pada hari ini kita sudah nyata dan wujud bahwa PAN adalah kawan karib yang setia,” ungkapnya gembira.

Mantan Pentolan GAM itu berharap kebersamaan yang sudah terjalin dengan baik itu akan terus terawat dengan baik. “Bila nanti (kami) terpilih, maka (PAN) inilah mitra kami yang sesungguhnya. Sehingga dengan iktikad baik dan ikhlas kita bisa mencapai cita-cita. Insya Allah Aceh lebih baik dengan kebersamaan dan lebih maju dengan kekompakan. Mudah-mudahan niat kita sore ini akan menjelma suatu hari nanti,” tandasnya.

Setelah sekian lama mengkaji, akhirnya Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Amanat Nasional (PAN) mengeluarkan rekomendasi yang menetapkan pasangan Muzakir Manaf - TA Khalid sebagai calon gubernur-wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.

Keputusan itu disampaikan Ketua DPW PAN Aceh, Anwar Ahmad SE.Ak dalam konferensi pers di kantor partai tersebut, kawasan Luengbata, Banda Aceh, Kamis (11/8).

Dengan keluarnya penetapan tersebut, berarti Muzakir Manaf-TA Khalid sudah diusung oleh lima partai politik (parpol) peraih kursi di DPRA. Kelima parpol itu adalah Partai Aceh(PA) 29 kursi, Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) tiga kursi, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tiga kursi, Partai Bulan Bintang (PBB) satu kursi, dan PAN tujuh kursi, sebagai partai terakhir yang merapat ke Muzakir-TA Khalid. Ini bermakna, pasangan Muzakir-TA Khalid sudah mengantongi dukungan sebanyak 44 kursi dari yang disyaratkan Komisi Independen Pemilihan (KIP) Aceh hanya 13 kursi.

Dari beberapa parpol peraih kursi di parlemen, hanya Partai Golongan Karya (Golkar) yang belum menentukan sikap politiknya hingga kemarin. Padahal, partai berlambang pohon beringin itu memiliki sembilan kursi atau partai nomor dua terbanyak perolehan kursinya di DPRA. Sedangkan partai lain seperti Nasional Demokrat (NasDem) delapan kursi, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) enam kursi, serta Partai Partai Keadilan dan Persatuan Indonesia (PKPI) satu kursi, sudah menetapkan pasangan Tarmizi A Karim-Zaini Djalil.

Selain itu, Partai Demokrat (delapan kursi), Partai Nasional Aceh (PNA) tiga kursi, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) satu kursi, dan Partai Damai Aceh (PDA) satu kursi telah menetapkan pasangan Irwandi Yusuf-Nova Iriansyah sebagai bakal calon gubernur dan wakil gubernur Aceh periode 2017-2022.
Pada saat penyerahan surat rekomendasi bernomor: 50/PILKADA/VIII/2016 itu Muzakir Manaf didampingi TA Khalid, disaksikan pengurus DPA Partai Aceh, Dr Mariati dan Sekretaris PAN Aceh, T Hasballah HD, dan sejumlah fungsionaris partai.

Sebelum penyerahan, Hasballah membacakan isi surat rekomendasi yang ditandatangani Ketua Tim Pilkada Pusat PAN, Viva Yoga Mauladi. Ketua DPW PAN Aceh, Anwar Ahmad kepada wartawan mengatakan, penetapan itu dilakukan setelah melalui proses panjang dengan berbagai evaluasi dan pertimbangan untuk kepentingan Aceh. Sebab, hanya di tangan penguasa Acehlah nasib Aceh bisa lebih baik dan bisa juga terpuruk. “Akhirnya, lahirlah rekomendasi yang diberikan pusat kepada pasangan Muzakir Manaf-TA Khalid,” katanya.

Anwar menambahkan, dukungan dan usungan tersebut tentu saja tidak sampai di situ. Menurutnya, setiap kader diperintahkan untuk bekerja maksimal sampai ke jajaran paling bawah untuk mendukung pasangan Muzakir-TA Khalid.

“Begitu juga ke depan, jika dengan izin Allah pasangan ini terpilih, maka PAN tidak akan tinggal diam, PAN akan terus mengawal, melihat, dan memberikan masukan untuk perubahan Aceh,” ujarnya.
Anwar mengungkapkan, alasan partai berlambang matahari itu memilih pasangan Muzakir-TA Khalid karena melihat dari berbagai sisi kepentingan Aceh, terutama terkait keamanan, perdamaian, dan kesejahteraan. Dia berharap pasangan ini mampu mengentaskan kemiskinan, mengurangi pengangguran, dan membuka lapangan kerja dengan mendatangkan investor.

Sebelumnya, Ketua Umum DPP PAN, Zulkifli Hasan, pada 8 Januari 2016 di Banda Aceh mengajukan Dr Ahmad Farhan Hamid MS sebagai calon gubernur Aceh 2017 yang akan diusung PAN.

Tapi Kamis (11/8) kemarin di Jakarta, Ahmad Farhan Hamid yang ditanyai Serambi menyatakan enam pasang calon gubernur Aceh dinilai sudah cukup untuk bertarung dalam pilkada gubernur Aceh 2017.
“Menurut saya, enam pasang sudah cukup. Ruang pilihan rakyat Aceh sudah memadai,” kata Farhan. “Apakah ini berarti Anda tidak bersedia lagi dicalonkan?” tanya Serambi.

Menjawab ini, Farhan Hamid mengatakan, “Saya sudah bertemu Ketua Umum PAN, Rabu (10/8) sore, untuk memberi pandangan agar proses pencalonan saya dikaji ulang, melihat sudah ada enam pasang calon yang mendeklarasikan diri. Ruang pilihan untuk rakyat Aceh sudah memadai,” jawab Farhan.
Sebelumnya sempat beredar kabar bahwa PAN dan Golkar akan berkoalisi mengajukan pasangan calon gubernur dan wakil gubernur dari kader PAN dan kader Golkar. Tapi hingga kemarin sore spekulasi politik itu tinggal kenangan.( SR/RG1)

Komentar Anda

Berita Terkini