|

Ibu dan Anak Diperkosa, Video Pemerkosaannya Dijual Eceran Rp.9 Ribu


ilustrasi

REPORTASEGLOBAL.COM - Pelaku pemerkosaan terhadap ibu dan anak di Uttar Pradesh, India, merekam aksi bejadnya. Jahatnya lagi, pelaku kejahatan  luar biasa itu menjual  video pemerkosaan tersebut secara bebas dengan tujuan mengancam dan  memeras korban agar tidak melapor ke polisi.

Di pasaran, Rekaman video pemerkosaan itu dibandrol antara Rs50-Rs150 (Rupee India) atau sekitar Rp9 ribu hingga Rp29 ribu.

Video aksi-aksi pemerkosaan yang direkam dengan menggunakan telepon genggam ramai diperjualbelikan di negara bagian Uttar Pradesh,India.

Kondisi ini membuat warga marah dan meminta menteri utama Uttar Pradesh mengundurkan diri, apalagi negara bagian ini dianggap sebagai wilayah yang paling banyak menghasilkan aksi kekerasan di india.
Demo mengutuk pemerkosaan
Sebelumnya kepolisian tidak menanggapi permintaan bantuan terkait peristiwa itu.

Hingga kemudian, Aparat kepolisian Agra, Uttar Pradesh, berhasil menangkap sembilan orang yang mendowload dan menjual video aksi kejahatan terhadap ibu dan anak tersebut. Menurut polisi, video dijual bebas dikawasan negara bagian india utara.

Menurut media setempat, para penjual video klip berdurasi 30 detik dan lima menit tersebut memanfaatkan media sosial untuk penawaran. Ratusan hingga ribuan video dilaporkan terjual setiap hari.
 
Wakil inspektur jenderal polisi di kota Agra, membeberkan kepada media bahwa video itu dijual dipasar gelap.

”Kami sadar. Kami mengambil tindakan yang diperlukan,” katanya yang dikutip Jumat (5/8/2016). ”Tetapi sulit, karena penjualan yang terjadi di ‘bawah meja’,” lanjut Ajay Sharma mengacu pada penjualan video di pasar gelap.

Pada hari Kamis (4/8/2016) polisi Agra menggerebek beberapa lokasi di mana sembilan orang ditangkap karena diduga men-download dan kemudian menjual video eksplisit aksi pemerkosaan ibu dan anak.

Kasus pemerkosaan disertai perekaman oleh pelaku untuk mengancam keluarga korban di India bukan sekali ini terjadi. Pada bulan Mei, seorang gadis muda di Moradabad, India, diperkosa oleh lima orang di sebuah desa.

Para pelaku merekam aksi mereka dan mengirim video rekaman kepada ayah dan kerabat korban setelah keluarga korban mengancam akan melapor ke polisi. Video kejahatan itu kemudian beredar di media sosial yang memicu kemarahan publik.

Akibat fenomena ini, Menteri Utama Uttar Pradesh Akhiles Yadav dibanjiri kecaman, terutama akibat meningkatnya kekerasan terhadap perempuan.

Pada 2014, dilaporkan terjadi 337.992 kasus kekerasan terhadap perempuan yang meliputi pemerkosaan,pelecehan seksual, dan penculikan diseluruh india.

Angka ini meningkat sembilan persen darin tahun sebelumnya. Angka kasus pemerkosaan di India tetap tinggi meski negeri itu sudah memperberat hukuman bagi para pemerkosa.

Di dunia maya, tagar #LawlessUP menjadi trending topic twitter di india pekan ini sebagai bentuk kekecewaan warga terhadap pemerintah.(rg1/ekstro)

Komentar Anda

Berita Terkini