|

11 Tahun Perdamaian Aceh, Ini kata Senator Fachrul Razi

Senator Aceh- Anggota DPD RI, Facrul Razi, MIP




REPORTASEGLOBAL.COM - Hari Perdamaian Aceh yang jatuh pada tanggal 15 Agustus tahun ini merupakan momentum untuk pembangunan dan persatuan rakyat aceh. Hari perdamaian yang jatuh bertepatan dengan tahapan Pilkada 2017 memberi pelajaran tersendiri bagi rakyat aceh untuk melakukan evaluasi apa yang sudah tercapai dengan perdamaian 10 tahun yang lalu.


Dalam proses Transisi 11 tahun Ini, masih sangat disayangkan jika terjadi perpecahan dan konflik politik karena perbedaan Partai dan perbedaan politik. Padahal perbedaan Politik dapat menjadi modal Dalam memperkuat Masyarakat Aceh. Mari melihat kedepan untuk saling membangun dan memperkuat persatuan Aceh. Aceh harus bersatu, Semua elemen politisi, Partai Politik, birokrasi, Pengusaha, generasi Muda dan Tokoh ulama untuk secara bersama memperkuat Persatuan Aceh.

Pasca perdamaian Helsinki 2005, Aceh melakukan transformasi sosial, politik, ekonomi dan hukum secara menyeluruh dibawah Pemerintahan Aceh dan Rakyat Aceh. Kemudian diperkuat dengan kehadiran partai politik lokal dengan perwakilanya di DPR Aceh serta lembaga Wali Nanggroe sebagai simbol pemersatu rakyat. Ini merupakan momentum kebangkitan pembangunan dan persatuan untuk rakyat Aceh.

Dibalik hari perdamaian yang semakin bertambah, Aceh masih menyimpan berbagai macam persoalan sosial yang sampai hari ini belum ada solusi yang ditawarkan oleh Pemerintah Pusat dan Pemerintah Aceh.

Tingginya angka kemiskinan, keterbatasan lapangan pekerjaan, belum selesainya permasalahan reintegrasi, dan Masih banyak hal dalam perjanjian Helsinki yang belum selesai dan oleh Karena itu, membutuhkan energi yang positif bersama dan kekuatan untuk menjaga perdamaian di Aceh. Mari kita memfokuskan beberapa perjanjian MoU Helsinki yang belum Selesai.

Untuk mencapai pembangunan dan persatuan, pemangku kepentingan di Aceh harus membangun koalisi dan konsolidasi secara menyeluruh. Semua pihak harus dirangkul untuk terlibat dalam agenda- agenda pembangunan. Tujuan konsolidasi adalah untuk  menghargai semua kelompok, tanpa mengesampingkan aspirasi minoritas untuk tujuan perdamaian. Tinggalkan cara- cara saling bersaing secara kekerasan, mari membangun kepercayaan bersama. Jauhkan upaya- upaya fitnah sesama rakyat Aceh, dan mari hadapi Pilkada serentak secara damai dan aman.

Perdamaian Aceh harus menjadi dasar utama untuk menyelesaikan permasalahan sosial yang ada.Tidak akan ada pembangunan serta persatuan jika konflik kembali terjadi, ini yang harus kita ingat serta waspadai bersama.

Sebagai Senator DPD-RI asal Aceh, saya akan terus menyuarakan aspirasi daerah, dengan menggalang kerjasama dengan semua pihak dan semua hal yang menyangkut tentang Aceh dengan segala aturannya harus segera diselesaikan untuk landasan pembangunan berkelanjutan.

Perdamaian Aceh harus kuat dengan kesejahteraan rakyat Aceh meningkat. Mari membangun kepercayaan menuju Aceh yang bermartabat.

Jakarta, 15 Agustus 2016
Anggota DPD-RI Asal Aceh
Facrul Razi,MIP

Komentar Anda

Berita Terkini