|

Mualem : PT.Rapala, Berikan Separoh Untuk Rakyat atau Ta Paroh !


  
Mualem
 

REPORTASEGLOBAL.COM - Wakil Gubernur Aceh, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem, melontarkan kritik pedas terkait sengketa lahan antara PT. Rapala dengan masyarakat dari empat kecamatan di kabupaten Aceh Tamiang.

Menurut Mualem, perpanjangan izin HGU terhadap PT. Rapala, cacat hukum dan bertentangan dengan akal sehat. Pernyataan bernada serangan itu disampaikan Mualem, menanggapi keluhan masyarakat dalam acara silaturahmi dan temu ramah dengan tokoh masyarakat Kabupaten Aceh Tamiang, di Aula Hotel Grand Arya, Sabtu ( 16/04) malam.

“ Penerbitan HGU dan izin prinsip untuk  PT. Rapala memang gila ! ” kata Mualem sebagai mana dilansir LintasAtjeh.com . 

Pembelaan Mualem terhadap masyarakat, yang telah lama dirundung derita  akibat perampasan hak rakyat oleh pihak perusahaan perkebunan kelapa sawit dengan cara sewenang – wenang itu, agaknya bukanlah mengada- ada. Sebab, sengketa lahan perkebunan di Aceh Tamiang  yang tak kunjung  usai itu juga telah menyeret dua belas orang warga meringkuk dibalik jeruji besi.

Sudah lama terdengar, bahwa warga Aceh Tamiang khususnya para korban PT. Rapala memang menantikan kedatangan Mualem di Aceh Tamiang, untuk berkeluh- kesah dan  mendukung penuntasan konflik itu, termasuk juga soal keluarga mereka yang dikurung pasca demonstrasi beberapa waktu lalu atas tuduhan provokasi yang menyebabkan  pembakaran dan pengrusakan  milik perusahaan yang bertengger secara cacat hukum di daerah yang dipimpin Hamdan Sati itu.

Dalam kesempatan itu ketua umum Partai Aceh tersebut juga mengungkapkan, sesuai aturan perundang-undangan, seharusnya pihak perkebunan PT. Rapala wajib mengeluarkan lahan HGU sebesar 25% hingga 30% demi kepentingan masyarakat sekitar perkebunan ( lahan plasma). 

Untuk menenangkan masyarakat yang gelisah, Mualem meminta agar masyarakat bersabar dan menunggu hingga terbit Peraturan Pemerintah ( PP) yang kini dalam tahapan revisi, terkait kewenangan Aceh dalam hal mengatur lahan perkebunan di Aceh.
  
‘ Akan  kita sikat lahan itu untuk rakyat. Perusahaan akan kita beri pilihan, mau serahkan separoh atau kita paroh ( usir) “ tegas mantan panglima GAM  itu berupaya menenangkan warga.(RG1)


Komentar Anda

Berita Terkini