|

Judi Kepung Langsa Dinas Syariat Buang Muka


Ilustrasi Game Zone


REPORTASEGLOBAL.COM - Maraknya perjudian terselubung  dalam berbagai bentuk  di kota langsa, kini mulai menjadi perhatian publik. 


Akhir – akhir ini, menyeruak isu tak sedap terkait judi berkedok ‘ Game Zone ‘ yang diam – diam  dan tanpa disadari menyeret banyak kalangan masyarakat untuk berpartisipasi di lokasi yang dicurigai sebagai tempat adu untung paling mutakhir di kota itu.


Kota ini merupakan salah satu daerah dengan penegakan hukum syariat islam paling gencar di seantero Aceh.


Kemudian, Sejumlah media pun mengudarakan berbagai pemberitaan mengenai penyakit masyarakat yang dirasa kian meresahkan itu ke ruang publik.


Judi berkedok  ‘Game Zone’ ini , ditemukan beredar di beberapa lokasi di kota yang berada dibawah komando Toke Sue’um dan dikenal  sangat garang menegakkan hukum syariat itu.


Jalan Iskandar Muda, Jalan Teuku Umar, dan beberapa wilayah di Kota Langsa merupakan lokasi – lokasi favorit dimana para bandar judi terselubung saat ini sedang berpesta pora meraup untungnya. 


Warga Kota kini mulai mengeluhkan penyakit sosial itu . Game Zone sudah lama bersarang di langsa dan terus mewabah. 


Namun kali ini,  tampaknya  Pemko Langsa belum sepenuhnya sadar untuk melibas habis para bandar dan menutup  tempat yang diduga  sebagai sarang perjudian mereka.



Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Iskandar Muda mendesak pihak keamanan untuk menutup Lapak Judi online yang berkedok permainan game zone itu. Sebab, dipastikan akan merusak moral masyarakat.


Direktur LBH Iskandar Muda, H.A. Muthallib menyampaikan itu kepada wartawan, senin 18 April 2016.
Ia mendesak pihak terkait untuk segera menindak tegas perjudian terselubung yang diduga diorganisir oknum-oknum tertentu di kota Langsa


“ Hingga saat ini judi online itu masih berlangsung dan semakin mewabah” tandas Muthallib.


Parahnya lagi, kata Muthalib, perjudian berkedok game zone tersebut mendapat izin dari Kantor Pelayanan dan Perizinan Terpadu ( KP2T) Kota Langsa.


“ Terkesan pemilik usaha dapat restu dan perlindungan untuk perlahan merusak moral,” ketusnya.


Kepala Kantor Pelayanan Perizinan Terpadu (KP2T) Kota Langsa, Ir Abdul Qaiyum, mengaku belum mengetahuinya saat dikonfirmasi  wartawan mengenai izin usaha Game Zone tersebut.


Abdul mengungkapkan, pengusaha Game Zone akan ditegur bila terbukti belum memiliki izin atau melanggar izin. Bahkan pihaknya akan melakukan penyegelan andai pengusahanya tetap membandel.


Di lain pihak, Kepala Dinas Syariat Islam (DSI) Kota Langsa, H Ibrahim Latif, dirasakan serangannya  tampak lesu kali ini. ia mengatakan pihaknya belum bisa bertindak sebelum ada bukti.

 Namun ia menuturkan, pihaknya akan segera melakukan penindakan bila masyarakat bisa membuktikan permainan itu termasuk kegiatan judi.


Sikap pasif Kepala Dinas Syariat ( DSI) Kota langsa ini sangat mengherankan, sebab Ibrahim latif merupakan pentolan penegak syariat yang paling agresif dan ditakuti para pelanggar dan juga terkenal paling garang di Langsa.


Menurut isu berkembang terkait Game Zone, untuk bermain di tempat itu, minimal membawa modal Rp10 ribu. Dengan modal itu, terkadang bisa mendapatkan kemenangan ratusan ribu rupiah dari hasil penukaran koin (token). Tetapi bisa juga terkadang mengalami kekalahan sampai jutaan rupiah, sebagaimana dilansir Waspada. ( Mus / RG1)


Komentar Anda

Berita Terkini