|

Rektor Unsam : Pejabat Kampus Yang Bikin Gaduh, Saya Pecat !





Rektor Unsam Bachtiar Akob

REPORTASEGLOBAL.COM - Rektor Universitas Samudra ( UNSAM), Bachtiar Akob Mengatakan akan menindak tegas pejabat kampus, apabila kedapatan  terlibat dalam kegaduhan terkait suksesi pemilihan Rektor baru Unsam yang rencananya baru akan digelar pada pertengahan tahun 2017 mendatang.

Menurutnya, gonjang- ganjing terkait pergantian Nakhoda Kampus plat merah  yang berada di  kota Langsa itu terlalu dini  untuk menjadi dinamika dalam internal kampus, apalagi jika menyeruak ke ranah publik, sebab hal itu dapat mengganggu kinerja mereka dan proses pendidikan yang berlangsung.

“ Saya akan pecat mereka yang buat kegaduhan soal suksesi rektor, sebab akan mengganggu proses pendidikan yang berlangsung di kampus ini. Itu kan masih lama dan tidak perlu ribut – ribut, yang mau jadi rektor silahkan saja ikut, asal sesuai aturan, nanti akan saya panggil dan ada panitia pemilihannya ” Ungkapnya kepada Reportase Global  saat ia ditemui di Ruang kerjanya, Kamis (10/3). 

Hal itu ia sampaikan ketika menanggapi sejumlah pertanyaan yang disodorkan Reportase Global terkait banyaknya kabar miring yang menimpa kampus yang baru saja dinegerikan itu. 

Diantara sejumlah isu  dan berita miring yang sempat menjadi sorotan publik, yang paling  menggemparkan adalah berita tentang perselingkuhan salah seorang Dekan di sebuah fakultas di kampus itu. 

Mulai dari kisah cinta terlarang sebagaimana yang diberitakan media, hingga kisah teror terhadap wartawan  dan perselisihan terkait hal itu  yang akhirnya berujung ke pihak berwajib. 

Meskipun berita tak sedap itu terdengar simpang-siur, dan kini hilang bak ditelan awan, namun  akhirny justru menggelinding liar dan diduga  ada hubungannya dengan suksesi calon rektor baru.

Bachtiar pun mengaku tidak tahu – menahu soal apa persisnya yang dialami oleh anak buahnya itu, dan ia meminta agar hal tersebut dapat terselesaikan dengan baik, sembari membantah bahwa berita perselingkuhan itu ada hubungannya dengan kegaduhan pemilihan rektor.

Kekhawatiran sang Rektor bukannya tanpa alasan, sebab ia meyakini jika isu pemilihan rektor terus dihembuskan ke arah yang tidak menguntungkan, maka keberpihakan akan terjadi dan hal itu diyakini dapat mengganggu stabilitas di kampus.

“ Nanti keberpihakan terjadi, dan semua jadi sibuk dengan itu, akhirnya kita semua yang rugi, sebab proses pendidikan terganggu, sementara waktunya masih lama “ tandasnya.

Bachtiar juga tidak menginginkan nantinya Unsam dipimpin oleh orang dengan latar belakang kepentingan politik, “ saya tidak terima kampus ini  dijadikan lahan politik, sebab ini tempat pendidikan, kalau mau berpolitik diluar sana “ tegasnya sambil menepis isu bahwa kemungkinan dirinya akan maju dalam kontestasi Wali Kota Langsa tahun depan.

Ia juga menegaskan bahwa dirinya tidak akan maju lagi sebagai rektor pada pada kesempatan berikutnya, kecuali ia diminta untuk kembali memimpin Kampus yang telah banyak melahirkan para alumni berkualitas tinggi tersebut. ( RG 1/Yopi/Ryan)
Komentar Anda

Berita Terkini