|

Pelayanan Buruk, Nombok Triliunan Rupiah, BPJS Naikan Premi




 


REPORTASEGLOBAL.COM - Dewan Perwakilan Rakyat (DPR)  akan menginisiasi revisi Undang-Undang Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan, Apabila iuran BPJS tetap dipaksakan naik per April 2016.

Legislator mendesak pemerintah untuk menunda kenaikan tarif premi BPJS Kesehatan hingga ada perbaikan pelayanan kesehatan.

" Dulu pernah kami usulkan kenaikan premi BPJS Kesehatan ini ditunda dulu untuk dievaluasi pelayanan lewat Panja (Panitia Kerja) BPJS Kesehatan di DPR yang sudah bekerja tiga bulan ini," ujar Ketua Komisi IX DPR Dede Macan Yusuf , Senin (14/3).

Mantan aktor itu mengatakan, Panja BPJS Kesehatan sebenarnya sudah hampir menyelesaikan evaluasi kinerja dan pelayanan BPJS Kesehatan. Rekomendasi mengenai penyesuaian iuran dan perbaikan pelayanan BPJS Kesehatan rencananya akan diserahkan ke Komisi IX dan pimpinan DPR, pada Kamis pekan ini (17/3), sebelum diteruskan ke pemerintah.

"Inti dari rekomendasi kami adalah kenaikkan premi merupakan opsi terakhir. Boleh naik premi bila pelayanannya sudah diperbaiki," kata mantan Wakil Gubernur Jawa Barat itu.

Penghujung tahun lalu, Direktur Perencanaan Pengembangan dan Manajemen Risiko BPJS Kesehatan Tono Rustiano mengatakan dana yang selama ini masuk dari peserta penerima bantuan iuran (PBI) tidak mampu membayar pelayanan kesehatan secara maksimal.

“Kami akui, iuran yang kami terima tidak cukup untuk membayar layanan kesehatan. Terlihat di 2015 iuran yg kami terima rata-rata hanya Rp 27 ribu, sementara pelayanan yang kami harus bayarkan adalah Rp 32 ribu, ada selisih di sini," ujar Tono di Jakarta, Selasa (29/12).

Akibat selisih biaya tersebut, defisit anggaran BPJS Kesehatan makin melebar. Bahkan, Tono memperkirakan harus menalangi dana sebesar Rp 5,85 triliun tahun lalu, akibat tingginya klaim yang harus dibayarkan tidak bisa ditutupi oleh iuran peserta. ( RG 1/T.Hidayat)
Komentar Anda

Berita Terkini