|

LSM MaTA & GeRak Tuntut Kejati Tuntaskan Semua Kasus Korupsi di Aceh

Kajati Aceh, Raja Nafrizal | ist
REPORTASEGLOBAL.COM - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Masyarakat Transparansi Aceh (MaTA) dan Gerakan Antikorupsi (GeRAK) Aceh beraudiensi ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh, Rabu (20/1).

Dalam pertemuan itu kedua LSM tersebut guna mengingatkan kembali Kajati mengenai sejumlah kasus korupsi yang belum diselesaikan di Aceh.

LSM MaTA dipimpin koordinatornya, Alfian dan GeRAK dipimpin koordinatornya, Askhalani. Mereka disambut Kajati Raja Nafrizal, Asisten Pidana Khusus, Hentoro Cahyono, dan Asisten Intelijen, Rustam.

Aktivis MaTA, Baihaki dan aktivis GeRAK, Hayatuddin mengutarakan sejumlah kasus yang saat ini belum selesai, bahkan ada yang sudah di-SP3-kan.

Kasus yang disebutkan itu di antaranya, Proyek Krueng Langsa tahun 2010, dengan kerugian negara Rp 1,1 miliar. Kasus pajak Bireuen tahun 2007-2010 dengan kerugian negara Rp 12 miliar. S

Lanjutnya, kasus normalisasi Kuala Gigieng, Aceh Besar, tahun 2008 yang hingga kini jumlah kerugiannya belum dihitung.

Kasus lainnya adalah pengadaan boat nelayan 40 GT dan 30 GT tahun 2013. Kasus Perusahaan Daerah Pembangunan Lhokseumawe (PDPL) yang diduga melibatkan dua anggota DPRA. Kasus PDKS Simelue dengan potensi kerugian Rp 51 miliar. Juga kasus armada pemadam kebakaran (Damkar) Pemko Banda Aceh tahun 2014.

"Selama ini berdasarkan hasil kajian dan monitoring GeRAK, sumber utama dalam terjadinya korupsi di Aceh yakni terkait dengan pengelolaan dana hibah dan bansos, dana tersebut menjadi penyumbang utama kasus korupsi," ujar Hayatuddin.

[RG2]
Komentar Anda

Berita Terkini