|

Jokowi-JK Perlu Analisis Kabinet Kerja di Tahun 2016

Jokowi-JK | ist
REPORTASEGLOBAL.COM - Awal tahun 2016 Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) diminta untuk menganalisis kabinetnya terutama para menteri yang kinerjanya belum maksimal.

"Terutama yang berhubungan dengan kasus tertentu dan dinilai sudah tak lagi memenuhi ekspektasi publik, jadi perlu diganti," kata pengamat politik Idil Akbar di Jakarta, Sabtu (2/1).

Lanjut Idil, pemerintah juga tidak perlu lagi mengeluarkan kebijakan yang sifatnya ragu-ragu atau bingung seperti larangan jasa ojek online oleh Menteri Perhubungan Ignasius Jonan.

Idil juga mengutarakan publik butuh kebijakan yang konstruktif dan implementatif bukan coba-coba. "Jadi tidak perlu lagi ada kebijakan 'pagi-sore', atau kebijakan yang pagi dibuat lalu sorenya dianulir atau sebaliknya," jelasnya.

Selain itu, Idil mengatakan pemerintah perlu mengatur dan merekonstruksi lagi kebijakan yang tidak pro rakyat seperti soal BBM, kebaikan tarif dasar listrik (TDL) dan sebagainya.

"Sebab realitanya, rakyat masih perlu ampuh tangan Pemerintah untuk tetap bertahan, bukan sebaliknya," jelas dia.

[RG1]
Komentar Anda

Berita Terkini