|

Bea Cukai Tanjung Priok Amankan Mutiara Ilegal Tujuan Hong Kong


REPORTASEGLOBAL.COM - Kantor Pelayanan Utama (KPU) Bea Cukai Tanjung Priok, Jakarta mengamankan mutiara ilegal siap ekspor ke Hong Kong, diamankan.

Dalam paparan, Selasa (12/1) di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta, Menteri Keuangan Bambang PS Brodjonegoro menerangkan krononolis kejadiannya. Berawal dari dokumen Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB) milik CV SBP pada 2 Desember 2015.

Dalam dokumen PEB tersebut, kata Menkeu Bambang, tertulis berupa beads (manik-manik) yang dikemas dengan 5 kotak kayu dengan berat 116,5 kilogram.

"Pengiriman tersebut menggunakan konsolidator (LCL). Artinya, dalam satu kontainer terdapat beberapa pengirim dengan beberapa penerima barang di luar negeri," kata Menkeu Bambang di Aula Mezzanine, Gedung Kemenkeu.

Namun, lanjut Bambang, berdasarkan informasi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), serta hasil analisa intelijen, ditemukan indikasi pelanggaran, berupa pemalsuan dokumen.

"Barang tidak sesuai PEB, maka diterbitkanlah Nota Hasil Intelijen (NHI). Selanjutnya dilakukan pemeriksaan fisik, serta uji laboratorium oleh Balai Pengujian Identifikasi Barang (BPIB)," terang mantan wakil menkeu era Presiden SBY ini.

Menkeu Bambang melanjutkan, hasil uji laboratorim BPIB menyatakan barang tersebut ternyata merupakan jenis mutiara budidaya dari laut yang belum diolah.

"Nilai mutiara yang akan diekspor ke Hongkong diperkirakan minimal Rp 45 miliar dengan kisaran Rp 400 ribu/gramnya," kata Menkeu Bambang.

Menkeu Bambang menambahkan, jika ekspor ini, tidak digagalkan, negara bukan hanya akan rugi secara materi tapi immaterial.

"Kerugian immaterial yang akan ditimbulkan adalah tidak berkembangnya industri mutiara nasional sebab bahan bakunya diselundupkan ke luar negeri," imbuhnya.

[Tar]
Komentar Anda

Berita Terkini